Selasa 02 Juli 2019, 22:15 WIB

LSI Nilai Prabowo-Sandiaga kembali Masuk Bursa Capres 2024

Rahmatul Fajri | Politik dan Hukum
LSI Nilai Prabowo-Sandiaga kembali Masuk Bursa Capres 2024

MI/M Irfan
Foto 15 nama yang masuk dalam radar bursa capres 2024 berdasarkan paparan peneliti Lingkaran Survei Indonesia (LSI) di Jakarta, Selasa (2/7)

 

KETUA Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno yang kalah dalam Pemilu Presiden (Pilpres) 2019 berpeluang untuk maju kembali pada 2024.

Peneliti Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Rully Akbar mengungkapkan hal itu di Jakarta, Selasa (2/7).

Rully mengatakan setelah kalah pada Pilpres 2019 lalu, Prabowo dan Sandiaga diyakini masih memiliki tingkat keterpilihan, lantaran tingkat popularitasnya berada di atas 25%, sehingga bisa bersaing dengan calon lainnya.

"Tingkat popularitas pada survei sebelumnya, 25% dari seluruh sampel yang kita survei, biasanya dari 2000 responden dianggap mewakili dan proyeksi nasional. Popularitas di atas 25%, Mereka punya potensi jadi capres," kata Rully, ketika konferensi pers di Kantor LSI Denny JA, Jakarta, Selasa (2/6).

Selain kedua nama itu, jelas dia, Ketua Kogasma Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), Puan Maharani, Muhaimin Iskandar, dan Airlangga Hartarto juga masuk dalam radar.

Lebih lanjut, Rully mengatakan latar belakang enam nama tersebut yang berasal dari partai politik menjadi sumber rekrutmen untuk menjadi presiden. Hal ini berdasarkan pengalaman di masa lampau ketika Megawati Soekarnoputri selaku Ketua Umum PDIP menjabat sebagai presiden.

"Ini bukan soal mereka pernah kalah dan segala macam, tapi karena memang punya potensi. Pertama, mereka punya sumber rekrutmen sebagai calon presiden yang mewakili parpol," kata Rully.

Selain enam nama di atas, terdapat delapan nama lain yang diprediksi berpeluang menjadi capres pada kontestasi Pilpres 2024. Adapun delapan nama lainnya, yakni Ridwan Kamil, Anies Baswedan, Ganjar Pranowo, Khofifah Indar Parawansa, Sri Mulyani, Kepala BIN Budi Gunawan, Kapolri Tito Karnavian, dan mantan Panglima TNI Gatot Nurmantyo.

Baca juga: Jaksa Belum Siap, Sidang Tuntutan Jokdri Kembali Ditunda

LSI menyatakan tidak melakukan metode khusus dalam menetapkan nama-nama tersebut. Rully mengatakan pihaknya menyimpulkan 14 nama tersebut setelah melalui serangkaian survei terhadap penilaian tokoh-tokoh tersebut sejak Oktober 2018 hingga April 2019.

Rully mengatakan 14 nama itu juga muncul dari expert judgement yang dimiliki LSI mulai dari penilaian terkait kapabilitas, performa, dan kans setiap tokoh.

Meski demikian, Rully mengatakan hal ini bisa berubah bergantung pada dinamika politik dalam 5 tahun ke depan. "Untuk per bulan ini konteksnya, karena dinamikanya masih akan lebih dinamis," ujar Rully. (X-15)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More