Selasa 02 Juli 2019, 17:56 WIB

LSI: Ahok Berpeluang Masuk Bursa Capres 2024

Rahmatul Fajri | Politik dan Hukum
LSI: Ahok Berpeluang Masuk Bursa Capres 2024

MI/Mohamad Irfan
Wartawan mengabadikan gambar 15 capres saat Peneliti LSI Denny JA, Rully Akbar dan Ikrama Masloman memaparkan survei terkini

 

PENELITI Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA, Rully Akbar, memprediksi eks Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (BTP) alias Ahok memiliki peluang masuk dalam bursa pencalonan presiden pada tahun 2024.

Rully mengatakan Ahok akan melengkapi daftar 14 nama yang berpeluang menjadi capres 2024. Adapun nama lainnya yang berpotensi menurut LSI, yakni Ridwan Kamil, Anies Baswedan, Ganjar Pranowo, Khofifah Indar Prawansa, Prabowo Subianto, Sandiaga Uno, Airlangga Hartarto, Agus Harimurti Yudhoyono, Puan Maharani, Muhaimin Iskandar, Sri Mulyani, Budi Gunawan, Tito Karnavian, Gatot Nurmantyo.

"Bisa jadi BTP masuk sebagai sosok misterius yang tadi. Sosok X yang nomor 15 tadi, efek kejut ke depan 2024," ujar Peneliti LSI Rully Akbar usai konferensi pers di Kantor LSI, Jakarta, Selasa (2/7).

Baca juga: LSI Prediksi Nama Pejabat Publik yang Masuk Bursa Capres 2024

Meski demikian, langkah Ahok diprediksi tidak akan mulus. Rully mengatakan status Ahok sebagai mantan narapidana akan menjadi sorotan bagi rivalnya nanti di 2024.

Untuk itu, Rully menyebut jika Ahok ingin maju ke bursa capres 2024, memerlukan sisi positif lain seperti prestasi-prestasi sebagai modal maju di 2024. Menurut Rully, Ahok bisa kembali lagi ke jabatan publik, sehingga bisa menjadi pertimbangan oleh masyarakat untuk memilih Ahok.

"Secara otomatis tentu (status narapidana) menjadi sorotan kompetitornya. Mau tidak mau itu akan digunakan untuk menyerang BTP. Tapi tinggal bagaimana BTP melakukan klarifikasi, melakukan pertahanan sendiri dengan prestasi-prestasi, untuk memperkuat namanya di 5 tahun ke depan," ungkapnya.(OL-5)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More