Selasa 02 Juli 2019, 16:23 WIB

Hari Pertama Penerapan E-TLE, 14 Pengemudi Tertangkap Main HP

Ferdian Ananda Majni | Megapolitan
Hari Pertama Penerapan E-TLE, 14 Pengemudi Tertangkap Main HP

MI/RAMDANI
Ilustrasi main telepon genggam.

 

KAMERA pengawas yang merupakan penunjang sistem Electronic Traffic Law Enforcement (e-TLE) telah dilengkapi empat fitur terbaru berhasil menangkap puluhan pelanggar di jalan. Bahkan, sedikitnya 14 pengemudi mobil tertangkap sembari bermain telepon genggam.

Dirlantas Polda Metro Jaya, Kombes Yusuf, mengatakan pihaknya menggencarkan penindakan tilang elektronik atau e-TLE di kawasan Sudirman-Thamrin. Apalagi hari pertama mulai berlaku penindakan telah ditemukan pelanggar. "Ada 14 pengendara yang memainkan HP yang terekam kamera e-TLE," kata Yusuf dari keterangannya, Selasa (2/7).

Baca juga: Mulai 1 Juli, E-TLE Bisa Rekam Wajah Pengemudi

Kamera e-TLE juga bisa melakukan penindakan terhadap pengendara yang tidak menggunakan sabuk pengaman. Kemarin, kata Yusuf, terdapat 39 pengendara yang tidak menggunakan sabuk pengamanan terekam kamera dan dilakukan tilang elektronik. "Untuk pelanggar lalu lintas yang melanggar aturan ganjil-genap, ada 65 pelanggar terekam kamera e-TLE," terangnya.

Diketahui, sistem e-TLE yang telah beroperasi sejak 1 November 2018 sebagai ujicoba dan hingga saat ini berhasil menurunkan jumlah pelanggaran sebanyak 44%.

Dari keterangan Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya kamera e-TLE sudah dipasang di 12 titik di sepanjang Sudirman-Thamrin. Kamera ini mampu menganalisis berbagai pelanggaran, seperti tidak mengenakan seat belt, memakai ponsel saat berkendara, melanggar ganjil-genap, melanggar marka jalan, dan melanggar lampu merah.

Dengan adanya kamera ini, diharapkan pelanggaran makin berkurang. Tilang elektronik juga diharapkan mengurangi interaksi polisi dengan pelanggar lalu lintas.

Sebelumnya, Polda Metro Jaya memberlakukan tilang elektronik e-TLE (electronic-traffic law enforcement) dengan tambahan fitur baru mulai 1 Juli.    

"Jadi, mulai 1 Juli nanti diberlakukan untuk tilang e-TLE dengan tambahan fitur bisa melihat di dalam mobil," kata Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Kombes Pol. Yusuf sepeti dilansir dari Antara, di Jakarta, Sabtu (29/6).    

Polda Metro Jaya sejak tahun lalu menggunakan teknologi kamera CCTV untuk mengetahui pelanggaran lalu lintas. Namun, fitur baru yang ditanamkan pada kamera CCTV tersebut, menurut Yusuf, akan merekam pelanggaran yang dilakukan pengemudi secara lebih detail.  

"CCTV yang lama sudah bisa mengidentifikasi pelanggar dari belakang, seperti menerobos lampu merah, melanggar marka jalan, kemudian ditambah beberapa fitur yang bisa mendeteksi dari depan," kata Yusuf.    

Fitur baru dalam CCTV tersebut, lanjut Yusuf, akan mengetahui pelanggaran oleh pengemudi di dalam mobil. Misalnya, apakah pengemudi menggunakan sabuk pengaman atau tidak, atau apakah pengemudi menggunakan ponsel saat menyetir. "Fitur ini juga bisa mengetahui identitas, wajah pengemudi, jadi sudah tidak bisa mengelak lagi," ujar Yusuf.    

Baca juga: Diminati Banyak Tokoh, Pengamat: Posisi Wagub DKI Strategis

Yusuf mengatakan bahwa pihaknya telah melakukan uji coba fitur baru pada teknologi CCTV tersebut sejak 1 bulan yang lalu. Ia mengatakan bahwa penilangan akan sama dengan sistem tilang CCTV yang telah berlaku sebelumnya.    

Saat ini, lanjut Yusuf, sudah terpasang 10 kamera CCTV dengan fitur baru tersebut di sepanjang ruas Sudirman-Thamrin. (OL-6)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More