Selasa 02 Juli 2019, 16:12 WIB

LSI Prediksi Nama Pejabat Publik yang Masuk Bursa Capres 2024

Rahmatul Fajri | Politik dan Hukum
LSI Prediksi Nama Pejabat Publik yang Masuk Bursa Capres 2024

MI/Ramdani
Peneliti LSI Denny JA, Rully Akbar (kanan) saat memberikan keterangan hasil survey terkait pengaruh caleg menentukan posisi partai politik

 

PENELITI Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA, Rully Akbar, mengatakan Menteri Keuangan Sri Mulyani, Kepala BIN Budi Gunawan, Kapolri Tito Karnavian dan mantan Panglima TNI Gatot Nurmantyo masuk dalam bursa capres 2024.

Hal itu diketahui usai pihaknya menjaring beberapa nama dari kalangan jabatan di pemerintah pusat. Selain empat nama tersebut, LSI juga memprediksi 11 nama lain yang masuk dalam radar Capres, yakni Ridwan Kamil, Anies Baswedan, Ganjar Pranowo, Khofifah Indar Parawansaa, Prabowo Subianto, Sandiaga Uno, Airlangga Hartarto, Agus Harimurti Yudhoyono, Puan Maharani, dan Muhaimin Iskandar.

"Satu nama lagi diprediksi akan menjadi kejutan di 2024," kata Rully ketika konferensi pers di Kantor LSI Denny JA, Jakarta, Selasa (2/7).

Baca juga: LSI: Ridwan Kamil-Anies Baswedan Masuk Bursa Capres 2024

Berkaca dari pengalaman, Rully menyebut pejabat dari pemerintahan pusat yang pernah menjadi presiden, yakni Susilo Bambang Yudhoyono dan BJ Habibie. Maka dari itu, ia menilai jabatan di pemerintahan menjadi lahan rekrutmen dan berpotensi menjadi presiden.

"Habibie menjabat sebagai wapres dan SBY pernah menjadi menteri di kabinet Megawati Soekarnoputri," ungkapnya.

Selain itu, Rully menambahkan berdasarkan survei sebelumnya, empat nama di atas merupakan pejabat publik yang memiliki tingkat popularitas di atas 25%.

"Tingkat popularitas pada survei sebelumnya, 25% dari seluruh sampel yang kita survei, biasanya dari 2.000 responden dianggap mewakili dan proyeksi nasional. Popularitas di atas 25%, mereka punya potensi jadi capres," tuturnya.(OL-5)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More