Selasa 02 Juli 2019, 16:00 WIB

Sekjen NasDem: Gerindra Lebih Baik di Luar Kekuasaan

Thomas Harming Suwarta | Politik dan Hukum
Sekjen NasDem: Gerindra Lebih Baik di Luar Kekuasaan

MI/Susanto
Wakil Ketua F-NasDem DPR, Jhonny G Plate

 

SEKJEN DPP Partai NasDem, Johnny Plate, tidak melihat ada kemungkinan Partai Gerindra akan bergabung di dalam pemerintahan. Partai Gerindra, menurut Johnny, akan lebih baik berada di luar kekuasaan untuk menjadi penyeimbang.

"Bagaimana mungkin bergabung dengan koalisi Pak Jokowi, sementara gagasan yang mereka bangun selama ini sudah tidak sejalan dengan visi misi Pak Jokowi? Mereka mengeritik soal infrastruktur, soal hutang, menyebar banyak hoaks, lantas sekarang mau bergabung rasanya gak lah. Biarkan Gerindra di luar kekuasaan saja," kata Johnny di Jakarta, Selasa (1w/7).

Baca juga: JK Undang Ma'ruf Amin ke Kantor Wapres

Koalisi, kata dia, tidak asal dibangun untuk sekedar berada bersama tetapi harus dilandasi oleh dasar saling percaya, kesamaan gagasan, serta visi dan misi.

"Bisa tidak mereka mencabut semua kritik kepada pemerintah selama ini? Jangan malah membawa gagasan sendiri. Maka bagi kami lebih baik gagasan Pa Prabowo selama ini tetap saja ditawarkan ke masyarakat sebagai cermin bagi gagasan pemerintah, tetapi bukan dalam kekuasaan tapi di luar," tukas Johnny.

Pengabdian bagi bangsa dan negara ini, kata dia, tidak sebatas hanya di dalam kekuasaan saja melainkan juga di luar kekusaan.

"Ini baru demokrasi yang sehat. Silakan Gerindra jadi penyeimbang yang berkualitas dengan gagasan yang selama ini mereka dorong. Kalau pun ada rekonsiliasi bukan berarti Prabowo atau Gerindra ada di dalam pemerintahan. Karena bergabung koalisi itu banyak syaratnya yang saya tidak yakin akan bisa dipenuhi oleh Pak Prabowo dan juga Gerindra," tegas Johny.

Sebelumnya Partai Gerindra merespons isu rekonsiliasi yang saat ini tengah bergulir. Bagi Gerindra, rekonsiliasi bisa terjadi jika memberikan keuntungan bagi Prabowo Subianto dan 80 Juta orang yang memilih Prabowo-Sandi saat Pilpres. "Isu yang sedang berkembang saat ini pihak 01 akan memberikan berbagai tawaran politik agar Pak @prabowo menerima rekonsiliasi.

Yang menjadi pertanyaan saat ini apakah tawaran tersebut menguntungkan untuk Pak @prabowo yang juga berarti harus menguntungkan bagi 80 jutaan rakyat Indonesia yang telah memilihnya?," tulis akun resmi Partai Gerindra @Gerindra, Selasa (2/7).

Baca juga: Luhut Sebut Pertemuan Jokowi-Prabowo Tinggal Tunggu Waktu

Bagi Gerindra, hal yang menguntungkan tersebut terkait dengan posisi penting di pemerintahan yang bisa menjadi kesempatan bagi Prabowo menjalankan visi dan misinya.

"Yang dimaksud menguntungkan disini adalah posisi penting di pemerintahan yang dapat digunakan kubu oposisi untuk memperjuangkan kesejahteraan rakyat Indonesia sesuai dengan visi-misi Prabowo-Sandi," lanjutnya.

Gerindra juga menegaskan jika posisi strategis itu tidak ada maka rekonsiliasi tidak akan terjadi. "Visi-misi dan pandangan strategis membangun kembali Indonesia Raya Pak @prabowo harus diterapkan. Jika tidak, apapun itu, rekonsiliasi, tidak akan terjadi. Karena rekonsiliasi harus untuk kepentingan nasional bukan untuk kepentingan penguasa," pungkas partai tersebut. (OL-6)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More