Selasa 02 Juli 2019, 13:47 WIB

NasDem Menolak Oposisi Pragmatis Bergabung Koalisi

Melalusa Susthira K | Politik dan Hukum
NasDem Menolak Oposisi Pragmatis Bergabung Koalisi

MI/SUSANTO
Politikus Partai NasDem, Irma Suryani Chaniago.

 

WACANA bergabungnya oposisi ke tubuh Koalisi Indonesia Kerja (KIK) kian santer dibicarakan. Menanggapi kemungkinan tersebut, Ketua DPP NasDem, Irma Suryani Chaniago, tidak mempermasalahkan sejauh eks oposisi tersebut memiliki pandangan politik yang sejalan, khususnya terkait Pancasila dan kebhinekaan.

"Nah, yang pandangan politik tentang kebangsaannya final kami rasa tidak ada resistensi jika bergabung," ujar Irma dalam keterangan tertulisnya, Selasa (2/7).

Baca juga: Gerindra Tuntut Rekonsiliasi Untungkan Prabowo

Irma mengaku pihaknya akan bersikap resisten terhadap eks oposisi yang memiliki pola pandang pragmatis dan berwatak dua kaki. Ia mengkhawatirkan eks oposisi yang demikian bukannya malah akan mendukung program pemerintah, namun justru berpotensi melakukan kudeta merangkak yang ia analogikan dengan terminologi duri dalam daging.

"Tetapi yang pragmatis dan selalu dua kaki, harus diperjelas dulu komitmennya agar tidak jadi duri dalam daging. Di dalam, tapi tidak mendukung," imbuh Irma.

Irma mengaku, sikap resisten tersebut bukanlah sebagai sebuah bentuk autokritik. Kritik bagaimanapun tetap dibutuhkan, tambah Irma, sepanjang konstruktif.

Sedangkan, terkait konsekuensi pembagian kursi terhadap eks oposisi yang akhirnya bergabung, ia mewanti-wanti kepada oposisi yang ingin bergabung hanya untuk mendapatkan kursi jabatan. Irma juga berharap, agar penyusunan kabinet menteri nantinya lebih mempertimbangkan terlebih dahulu koalisi pendukung sejak awal.

"Bergabung kalau cuma mau dapat jatah kursi menteri saya kira juga perlu dipertimbangkan. tidak perlu kasih kursi parpol yang merapat cuma untuk kursi Yang berkeringat malah tersingkir, yang gembosin malah dapat posisi. Karena yang berkeringat sudah menunjuk kan kinerja positifnya," pungkasnya. (OL-6)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More