Golkar Aspirasikan Kursi Pimpinan DPR dan MPR ke Jokowi

Penulis: Antara Pada: Senin, 01 Jul 2019, 19:39 WIB Politik dan Hukum
Golkar Aspirasikan Kursi Pimpinan DPR dan MPR ke Jokowi

ANTARA FOTO/NOVA WAHYUDI
Ketua Umum DPP Partai Golkar Airlangga Hartarto

KETUA Umum DPP Partai Golkar Airlangga Hartarto mengatakan Presiden Joko Widodo berharap partai politik dapat berkonsentrasi pada agenda ke depan, yakni pelantikan pejabat.

"Tentu agenda-agenda kenegaraan itu pada bulan Oktober, baik itu untuk anggota DPR dan MPR serta aspirasi bahwa pimpinan DPR dan MPR ada dari unsur Partai Golkar. Presiden sudah berkomunikasi dengan partai-partai lain," kata Airlangga usai bertemu Presiden di Istana Kepresidenan Bogor, Senin.

Menurut dia, agenda lain yang harus disukseskan adalah pelantikan Presiden dan Wakil Presiden periode 2019 s.d. 2024 Joko Widodo bersama Ma"ruf Amin.

Baca juga: PKS Harap Koalisi Adil Makmur Bersatu di Barisan Oposisi

Airlangga mengatakan bahwa seluruh elemen dalam Partai Golkar harus menjaga soliditas dalam mendukung perhelatan tersebut.

"Kalau kita menjaga soliditas dan konsolidasi, agenda-agenda ini bisa berjalan secara baik. Di samping itu, ada tugas-tugas dari parlemen yang harus dilaksanakan terkait dengan perundangan yang belum selesai," ujar Airlangga.

Pengurus DPP dan sejumlah ketua DPD tingkat I Partai Golkar telah menemui Presiden untuk menyampaikan ucapan selamat atas terpilihnya Jokowi dan Ma"ruf sebagai Presiden 2019 s.d. 2024.

Airlangga menjelaskan bahwa Jokowi juga menyampaikan apresiasi atas kesempatan berkampanye dengan Partai Golkar.

Menurut Airlangga, Jokowi juga mengatakan bahwa Partai Golkar berpengaruh terhadap stabilitas politik di Tanah Air dan keberlangsungan program-program pembangunan bangsa.

"Ke depan mengharapkan konsolidasi dan soliditas ini bisa untuk menjaga pemerintahan Presiden pada perideo 2019 sampai dengan 2024," demikian Airlangga. (OL-4)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More