Senin 01 Juli 2019, 19:10 WIB

Protes Sudan Meluas, Tiga Jasad Kembali Ditemukan

Tesa Oktiana Surbakti | Internasional
Protes Sudan Meluas, Tiga Jasad Kembali Ditemukan

AFP
Para pemrotes Sudan melakukan demonstrasi besar-besaran

 

TIGA jasad berlumuran darah ditemukan di Omdurman, kota dekat Khartum. Kantor Berita AFP melaporkan hal itu setelah aksi unjuk rasa terhadap para jenderal berkuasa, yang mengguncang Sudan.

Puluhan ribu orang turun ke jalan pada Minggu (30/6) waktu setempat. Mereka menuntut pemerintah sipil dalam demonstrasi pertama, sejak penumpasan mematikan di kamp protes hampir sebulan yang lalu.

Kerumunan pengunjuk rasa membanjiri wilayah Khartum dan Omdurman, tepat di seberang Sungai Nil. Aksi serupa juga terjadi di beberapa kota penjuru negeri.

Pejabat Kementerian Kesehatan Sudan menyatakan tujuh orang tewas terbunuh dalam unjuk rasa Minggu lalu. Belum ada penjelasan rinci mengenai kasus kematian tersebut.

Sementara itu, gerakan protes menyebut lima orang demonstran tewas terbunuh. Beberapa orang lainnya diketahui terluka parah akibat tembakan yang dilancarkan milisi dewan militer.


Baca juga: Inggris Lelang Patung Tutankhamun, Otoritas Mesir Murka


Pada Senin (1/7) ini, tiga jasad ditemukan di area sekitar Omdurman, yang menjadi lokasi unjuk rasa. Identitas korban belum diketahui pasti.

Adapun kerumunan massa berkumpul di sekitar jasad korban seraya meneriakkan 'Just Fall, Just Fall', sebuah seruan dari gerakan protes yang mengguncang Sudan. Demonstrasi pertama kali meletus dalam perlawanan terhadap kepemimpinan Omar Al-Bashir, yang berhasil digulingkan pada Desember 2018 lalu.

Aksi protes pada Minggu waktu setempat, adalah demonstrasi pertama sejak penumpasan di kamp protes luar markas militer Khartum, yang menyebabkan puluhan orang tewas dan ratusan orang terluka.

Serangan terhadap aksi protes terjadi beberapa hari setelah kegagalan negosiasi, antara para pemimpin protes dan para jenderal mengenai penempatan pemerintahan sipil. Para jenderal merebut kekuasaan begitu militer berhasil menggulingkan Bashir, menyusul protes nasional terhadap pemerintahan yang kacau selama tiga dekade. (Arabnews/OL-1)

 

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More