Selasa 02 Juli 2019, 12:05 WIB

Manfaatkan Kulit Rambutan untuk Penyegar Wajah

Retno Hemawati | Weekend
Manfaatkan Kulit Rambutan untuk Penyegar Wajah

ANTARA FOTO/Yusran Uccang
Petani merapikan rambutan hasil panennya di Gowa, Sulsel, Senin (13/1).

LIMA mahasiswa Universitas Negeri Medan, Provinsi Sumatera Utara, memiliki kreasi yang cukup cemerlang dan mengolah limbah kulit buah
rambutan dengan nama latin "Naphelium Lappaceum" untuk bahan penyegar wajah atau toner wajah. Ketua Peneliti dari Mahasiswi (Bilingual Biologi) Universitas Negeri Medan (Unimed) Novianti Panjaitan, Senin (1/7), mengatakan di musim panen buah rambutan seperti sekarang ini, jumlah limbah dari kulit buah tersebut semakin meningkat.    

Bahkan, menurut dia, kebanyakan kulit buah rambutan yang sudah menjadi limbah itu, dan dibiarkan begitu saja hingga membusuk oleh  masyarakat. Namun oleh mahasiswa Unimed muncul suatu ide untuk memanfaatkan kulit rambutan tersebut dan diolah menjadi jenis produk yang lagi sedang naik daun, yakni toner wajah.    

Ia menjelaskan, dalam tahap pembuatannya, metode yang digunakan adalah metode maserasi. Sebelum diproses, kulit rambutan dicuci bersih terlebih dahulu sambil dipotong untuk mendapatkan ukuran yang lebih kecil.    

Pemotongan ini dilakukan guna mempercepat proses pengiringan. Potongan-potongan kulit rambutan tadi yang telah menjadi kering merata setelah dilakukan penjemuran, dan kemudian diblender hingga menjadi bubuk. Novianti menyebutkan, bubuk kulit rambutan yang sudah diproses ini, dicampur dengan ethanol dalam metode maserasi.    

Hasil berupa ekstrak kulit rambutan yang diperoleh itu, yang dijadikan sebagai bahan utama dalam produk bernama 'TORNADO' yang merupakan singkatan dari Toner Wajah Ekstrak Naphelium Lappaceum Indonesia. Produk ini memiliki banyak kandungan yang baik untuk kesehatan kulit.

"Selain itu, produk ini memiliki klaim dapat mengecilkan pori-pori wajah, memberi sensasi sejuk, dan memudarkan bekas jerawat. Beberapa konsumen dan warga yang membeli toner wajah itu, sudah memberikan manfaat bahwa produk tersebut ampuh untuk meratakan kulit,"
kata Novianti.    

Selain Novianti, ada pula Adinda Rahma Jelita Nasution (Bilingual Biologi), Habibi Syahputra Pane (Pendidikan Biologi), Eunike Algrea (Manajemen) dan Verawaty Theresita Butar-Butar (Bilingual Biologi).    Tim penelitian tersebut, lolos pendanaan Pekan Kreativitas Mahasiswa bidang Kewirausahaan (PKM-K) yang dibimbing oleh Dr Hasruddin, MPd. (Ant/M-4)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More