Minggu 30 Juni 2019, 21:20 WIB

Tim SAR Bermalam di Ketinggian 2.500 Mdpl untuk Pencarian Heli

Antara | Nusantara
Tim SAR Bermalam di Ketinggian 2.500 Mdpl untuk Pencarian Heli

ANTARA FOTO/HO/Basarnas
Sejumlah petugas tim gabungan melakukan persiapan untuk melakukan pencarian Heli MI17 milik TNI AD yang hilang kontak di Oksibil, Papu

 

KOMANDAN Pangkalan Udara Silas Papare, Sentani, Marsma TNI Tri Bowo, mengatakan, saat ini tim SAR gabungan yang dikerahkan untuk mencari keberadaan Helikopter MI 17 yang hilang kontak dalam penerbangan Oksibil-Jayapura, Provinsi Papua, sejak Jumat (28/6) bermalam di kawasan pegunungan dengan ketinggian sekitar 2.500 meter di atas permukaan laut (mdpl) guna melanjutkan pencarian pada Senin (1/7) pagi.

Ia menjelaskan bahwa tim SAR gabungan terpaksa bermalam karena tidak memungkinkan melanjutkan pencarian, dan akan meneruskan pencarian pada Senin (1/7) dan selanjutnya menuju ke lokasi yang dilaporkan satelit adanya titik panas.   

"Mudah-mudahan cuaca bersahabat sehingga tim dapat bergerak maksimal," katanya kepada Antara, di Jayapura, Minggu (30/6) malam.   

Dikatakannya bahwa sebelumnya ada laporan dari hasil pendeteksian yang dilakukan satelit tentang lima titik panas yang dilokasi yang diperkirakan menjadi lintasan helikopter berpenumpang 12 orang termasuk awaknya.   

Cuaca pada Minggu (30/6) cukup baik sehingga pesawat CN 235 milik TNI AU dapat terbang dua kali ke Oksibil dengan membawa bahan bakar minyak (BBM) dan tim SAR dari Sentani.

Namun, dua helikopter dari Timika yang menuju Oksibil menyusuri selatan Papua terpaksa berhenti di Tanah Merah akibat cuaca tidak bersahabat.


Baca juga: TNI Kerahkan 3 Helikopter Cari MI-17 yang Hilang


"Memang benar saat ini kedua helikopter milik TNI AD berada di Tanah Merah, ibu kota Kabupaten Boven Digul dan dijadwalkan Senin (1/7) melanjutkan perjalanan ke Oksibil," kata Tri Bowo.

Helikopter MI 17 dengan nomor registrasi HA-5138 yang membawa 12 penumpang beserta crew yang sebelumnya terbang ke Okbibab untuk melakukan pengiriman logistik kepada prajurit yang bertugas di wilayah tersebut.   

Okbibab, merupakan salah satu distrik atau kecamatan di Papua yang berbatasan dengan Papua Nugini (PNG). Sekitar pukul 11.44 WIT helikopter terbang ke Jayapura dan sesaat setelah terbang, yakni pukul 11.49 WIT pilot sempat mengucapkan 'terima kasih' setelah melaporkan terbang di ketinggian 7.800 feet, 6 notical mile ke utara.  

Adapun nama anggota satuan tugas pengamanan perbatasan (Satgas Pamtas) Yonif 725/WRG yang ikut dalam helikopter tersebut yaitu Serda Ikrar Setya Nainggolan, Pratu Yanuarius Loe, Pratu Risno, Prada Sujono Kaimuddin, dan Prada Tegar Hadi Sentana.  

Sedangkan nama-nama awak helikopter tersebut yaitu Kapten (Cpn) Aris (pilot), Lettu (Cpn) Bambang (pilot), Lettu (Cpn) Ahwar (co pilot), Serka Suriyatna, Serda Dita, Praka Dwi Purnomo, dan Pratu Aharul. (OL-1)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More