Minggu 30 Juni 2019, 22:40 WIB

RI-Jepang Terus Perkuat Kerja Sama Regional

Andhika Prasetyo | Ekonomi
RI-Jepang Terus Perkuat Kerja Sama Regional

DOK KEMENPERIN
Menteri Perdagangan RI Enggartiasto Lukita (kanan) bersama Menteri Perindustrian RI Airlangga Hartarto (kiri)

 

PEMERINTAH Indonesia langsung bergerak cepat dalam menindaklanjuti kerja sama ekonomi dengan negara-negara anggota kelompok 20 (G-20).

Hal itu dilakukan Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita dan Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto yang melakukan pertemuan bilate­ral dengan Menteri Ekonomi, Perdagangan, dan Industri Jepang Hiroshige Seko di sela rangkaian Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G-20 di Osaka, Jepang, Jumat (28/9).

Enggartiasto mengungkapkan pertemuan bertujuan membahas penyelesaian General Review Indonesia-Japan Economic Partnership Agreement (GR-IJEPA) dan perjanjian Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP). Dalam pertemuan itu kedua pihak sepakat mengumumkan penyelesaian pembahasan GR-IJEPA serta berkomitmen merampungkan perundingan RCEP sebelum 2019 berakhir.

“Saya dan Menteri Seko, bulan ini, telah tiga kali bertemu. Ini karena Indonesia dan Jepang adalah mitra kuat. Kami berkomitmen menyelesaikan semua perundingan dengan cepat,” ujar Enggartiasto melalui keterangan resminya, Minggu (30/6).

Enggar, biasa ia disapa, mengatakan, dari semua agenda kerja sama perdagangan dengan ‘Negeri Sakura’, Indonesia dinilai memperoleh banyak keuntungan. Produk-produk Tanah Air akan mendapatkan akses pasar barang dan jasa yang lebih terbuka ke Jepang. Investasi pun akan lebih banyak masuk ke Indonesia sehingga kemampuan dan kapasitas produksi di dalam negeri akan meningkat.

Dalam pertemuan bilate­ral itu juga ditandatangani Framework Document on New Manufacturing Industry Development Center (New Midec) di bawah kerangka IJEPA antara Indonesia dan Jepang.

Framework Document on New Midec ialah program untuk mendukung Industri 4.0 karena memiliki cakupan yang komprehensif, seperti sektor otomotif, elektronik, tekstil, serta makanan dan minuman dengan program lintas sektor.

“Indonesia menyambut baik penandatanganan kerangka kerja sama ini. New Midec akan jadi program peningkatan kerja sama sektor industri yang berkelanjutan dengan Jepang,” tuturnya.

Menurut data Badan Pusat Statistik, pada 2018 perdagangan Indonesia-Jepang mencapai US$37,4 miliar. Dengan porsi ekspor US$19,47 miliar, Indonesia menikmati surplus US$1,5 miliar.

Cegah penipuan
Secara terpisah, Indonesia dan Tiongkok sepakat meningkatkan nilai ekspor dan impor dengan melakukan pertukaran surat keterangan asal (SKA) atau certificate of origin (CoO) secara elektronik.

Kedua negara pun menandatangani MoU Electronic Origin Data Exchange to Facilitate Free Trade Agreement Implementation di sela pertemuan Dewan Organisasi Pabean Dunia (WCO) ke-133/134 di Brussels, Belgia, Kamis (27/6).

Dirjen Perdagangan Luar Negeri Kemendag Oke Nurwan mengatakan MoU itu digunakan untuk memfasilitasi kelancaran implementasi perjanjian perdagangan bebas dan meningkatkan pemanfaat­an penggunaan SKA kedua negara.

Langkah itu juga dilakukan untuk mengembangkan kemitraan yang erat dan konsisten antara pihak di daerah asal dan pabean serta memodern­kan teknik perizinan dalam implementasi perjanjian perdagangan bebas.
“Diharapkan MoU ini dapat memperkuat komitmen kedua negara untuk mencegah dan melarang praktik penipuan asal barang yang menghambat kelancaran FTA,” pungkas Oke. (E-3

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More