Minggu 30 Juni 2019, 13:25 WIB

Tim SAR Perkirakan Helikopter MI 17 di Punggung Gunung Aprok

Tim SAR Perkirakan Helikopter MI 17 di Punggung Gunung Aprok

ANTARA/Musa Abubar
Suasana tim SAR gabungan TNI yang diberangkatkan dari Lanud Silaspapare Jayapura di Sentani, menuju Oksibil cari helikopter MI 17. ANTARA/Mu

 

DANDIM 1702 Jayawijaya Letkol Inf Chandra Dianto mengatakan tim SAR darat sedang mendaki Gunung Aprok dan Gunung Mol. Hal ini dikarenakan ada perkiraan Helikopter MI 17 miliki TNI AD yang hilang kontak di Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua pada Jumat (28/6) pukul 11.44 WIT berada di sana.

"Diperkirakan heli ada di balik gunung itu, yakni Gunung Aprok karena bunyi gemuruhnya ada di belakang gunung itu," kata Chandra Dianto ketika dikonfirmasi dari Sentani, Kabupaten Jayapura, Minggu (30/6).

Hal tersebut didasarkan dari keterangan warga setempat yang sempat mendengar suara gemuruh. Menurut dia, Tim SAR Darat menghadapi kondisi geografis yang tidak mudah karena warga setempat tidak pernah masuk ke lokasi tersebut.

"Gunung Aprok disakralkan oleh masyarakat adat setempat. Tadi sudah dilakukan ritual supaya tim bisa masuk," imbuhnya.

Baca juga: Tim SAR Gabungan Cari MI 17 dari Arah Jayapura dan Timika

Lokasi Gunung Aprok berdekatan dengan Gunung Tangok, lokasi jatuhnya pesawat Trigana pada 16 Agustus 2015. Tim SAR Darat, kata dia, diyakini bisa segera mencapai punggung Gunung Aprok karena mereka juga melibatkan warga setempat.

"Hitungan warga setempat pada pukul 08.00 WIT dari Kampung Mimin, tim tadi berangkat subuh, mungkin sore ini sudah tiba di balik gunung," ujarnya.

Selain itu, Chandra menyebutkan 25 personel Tim SAR Gabungan yang diberangkatkan dari Jayapura sudah tiba di Oksibil, Pegunungan Bintang dan segera bergabung dengan tim yang telah berada di Gunung Aprok. Helikopter MI-17 milik Penerbad TNI AD hilang kontak sesaat setelah lepas landas dari Bandara Oksibil, Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua. Heli akan menuju Bandara Sentani, Kabupaten Jayapura.

"Pesawat tersebut dilaporkan membawa 12 orang terdiri dari tujuh orang kru dan lima personel Satgas Yonif 725/Wrg yang akan melaksanakan pergantian pos," ujar Kapendam XVII Cenderawasih Kolonel Inf Muhammad Aidi.

Helikopter tersebut tengah melakukan misi pendorongan logistik (dorlog) ke Pos Udara Pengamanan Perbatasan (Pamtas) di Distrik Okbibab. Bertolak dari Distrik Okbibab, penerbangan dilanjutkan ke Bandara Oksibil untuk pengisian bahan bakar.

"Pada pukul 11.44 WIT Heli MI-17 take off dari Bandara Oksibil menuju Sentani. Sesuai perkiraan waktu seharusnya Heli MI-17 mendarat di Sentani pukul 13.11 WIT namun sampai saat ini belum ada komunikasi ataupun berita tentang keberadaan Heli tersebut," ungkap Aidi.(OL-5)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More