Jumat 28 Juni 2019, 20:40 WIB

TNI AD dan Basarnas Coba Lacak Keberadaan Helikopter MI-17

Golda Eksa | Politik dan Hukum
TNI AD dan Basarnas Coba Lacak Keberadaan Helikopter MI-17

MI/Ferdian Ananda
Helikopter Mi-17 milik TNI-AD saat melakukan misi pemadaman kebakaran hutan

 

KEPALA Penerangan Komando Daerah Militer XVII/Cenderawasih Kolonel Inf Muhammad Aidi, mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan Basarnas Provinsi Papua untuk mencari informasi keberadaan Helikopter MI-17 yang hilang kontak setelah lepas landas.

Armada milik Pusat Penerbangan Angkatan Darat TNI AD dengan nomor registrasi HA-5138, itu hilang kontak saat melaksanakan misi penerbangan dari Bandara Oksibil, Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua, ke Bandara Sentani, Jayapura, pada pukul 14.00 WIT, Jumat (26/6). Informasi tersebut diterima dari Base Ops Pangkalan Udara Silas Papare.

"Pesawat tersebut dilaporkan membawa 12 orang, terdiri dari 7 orang kru dan 5 personil Satgas Yonif 725/Wrg yang akan melaksanakan pergantian pos," ujar Aidi melalui keterangan tertulis.

Baca juga : Helikopter MI 17 Milik TNI AD Hilang Kontak di Papua

Pesawat tersebut sebelumnya melaksanakan misi pendorongan logistik (dorlog) ke Pos Udara Pengamanan Perbatasan (Pamtas) di Distrik Okbibab, Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua. Beberapa pos pengamanan TNI di perbatasan NKRI-PNG disebut pos udara karena hanya dapat ditempuh dengan sarana angkut pesawat udara.

Bertolak dari distrik Okbibab, sambung dia, penerbangan dilanjutkan ke Bandara Oksibil, Ibu Kota Kabupaten Pegunungan Bintang dalam rangka refuel. "Pada pukul 11.44 WIT Heli MI-17 take off dari bandara Oksibil menuju Sentani. Sesuai perkiraan ekstimasi waktu seharusnya Heli MI-17 landing di Sentani pukul 13.11 WIT. Namun sampai dengan saat ini belum ada komunikasi ataupun berita tentang keberadaan heli tersebut."

Menurut dia, dilaporan pula bahwa pada saat landing dari bandara Oksibil kondisi cuaca baik dengan jarak pandang 6-7 km. Namun dari pantauan BMKG di beberapa tempat rute antara Oksibil dan Sentani berpotensi adanya cuaca ekstrim yang sewaktu-waktu dapat berubah secara cepat.

"Sesuai hasil komunikasi Lanud Silas Papare dengan Tower Oksibil atas nama Ibu Dita dilaporkan bahwa kontak terakhir dengan pesawat pada pukul 11.49 WIT (5 mnt dari lelas landas) dan berada di ketinggian 7.800 ft, 6 NM ke utara. Sampai laporan ini diterima, belum didapatkan informasi tentang kedudukan pesawat tersebut," tandasnya. (OL-7)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More