Jumat 28 Juni 2019, 09:35 WIB

KPK Usut Gratifikasi dari Arab Saudi

Dro/Faj/Gol/P-1 | Politik dan Hukum
KPK Usut Gratifikasi dari Arab Saudi

MI/PIUS ERLANGGA
Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin menjawab pertanyaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK

 

KPK memastikan bakal terus mengusut uang US$30 ribu yang diterima Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin dari Atase Agama Arab Saudi. Kendati uang tersebut berkaitan dengan kegiatan MTQ internasional.

Sebagaimana tertuang dalam peraturan, setiap pejabat negara wajib melaporkan penerimaan gratifikasi paling lambat dalam 30 hari kerja. Namun, Lukman tak melaporkan penerimaan gratifikasi tersebut.

"Saya kira ini pengetahuan yang secara umum dipahami para penyelenggara negara," kata juru bicara KPK Febri Diansyah.

Dalam persidangan jual-beli jabatan di Kementerian Agama (Kemenag), Lukman yang dihadirkan sebagai saksi mengakui telah menerima uang sebanyak US$30 ribu dari Atase Agama Arab Saudi untuk kegiatan MTQ internasional pada 2018.

Uang itu kemudian disita saat penyidik menggeledah ruang kerja Lukman. Penggeledahan berkaitan dengan penyidikan kasus dugaan jual-beli jabatan di Kemenag.

Namun, Febri enggan berspekulasi saat disinggung soal penerimaan gratifikasi ini menjadi pintu masuk KPK untuk menjerat Lukman sebagai tersangka. Menurutnya, penyidik masih menunggu fakta-fakta baru yang muncul dalam persidangan.

Menag Lukman Hakim Saifuddin pun membenarkan menerima US$30 ribu dari Kepala Atase Agama Kedutaan Besar Arab Saudi untuk Indonesia Syekh Ibrahim bin Sulaiman Alnughaimshi dan Kepala Atase Bidang Keagamaan Syekh Saad bin Husein An Namasi. Uang itu diklaim sebagai bentuk apresiasi kepada Lukman.

"Itu dari pemberian dari seseorang panitia terkait dengan kegiatan musabaqah tilawatil quran (MTQ) internasional. Jadi, melalui Atase Agama Kedutaan Arab Saudi untuk Indonesia," kata Lukman saat bersaksi di Pengadilan Tipikor, Jalan Bungur Besar Raya, Kemayoran, Jakarta Pusat, Rabu (26/6).

Menurut dia, uang tersebut diberikan pada akhir 2018. Uang itu diberikan karena Syekh Ibrahim dan Syekh Saad puas dengan penyelenggaraan MTQ bertaraf internasional yang diselenggarakan di Indonesia.

Politikus PPP itu mengaku sempat menolak uang itu. Namun, kedua syekh memaksa Lukman menerimanya dan digunakan untuk kegiatan kebaikan. (Dro/Faj/Gol/P-1)

Baca Juga

Ilustrasi

Komite I DPD Tolak PIlkada Serentak 2020, Begini Pertimbangannya

👤Mediaindonesia.com 🕔Selasa 02 Juni 2020, 23:48 WIB
Keselamatan rakyat harus jadi perttimbangan penyelenggaraa negara dalam menggelar hajat demokrasi yang melibatkan massa di tengah pandemi...
ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra

ICW Kritik Firli yang Absen Konferensi Pers Penangkapan Nurhadi

👤Antara 🕔Selasa 02 Juni 2020, 22:41 WIB
Berkaca ke belakang, kata dia, Ketua KPK pada periode sebelumnya seringkali hadir dalam konferensi pers yang terkait langsung dengan elit...
MI/Ramdani

Muhammadiyah Ingatkan Presiden Jokowi Perbaiki Komunikasi Politik

👤Nur Azizah 🕔Selasa 02 Juni 2020, 20:53 WIB
Menurut Muti, masukan itu karena pernyataan pembantu presiden yang kerap tidak...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya