Jumat 28 Juni 2019, 08:50 WIB

Dalil-Dalil Kubu Prabowo-Sandi Berguguran

Insi Nantika Jelita | Politik dan Hukum
Dalil-Dalil Kubu Prabowo-Sandi Berguguran

Tim Riset MI/ Grafis: SENO
Keputusan MK Soal Dalil Gugatan Tim 02

 

SIDANG perselisihan hasil pemilihan umum (PHPU) Pilpres 2019 akhirnya rampung tadi malam. Mahkamah Konstitusi (MK) memutuskan menolak seluruh gugatan yang diajukan pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Salahuddin Uno.

"Menolak permohonan pemohon seluruhnya," ujar Ketua MK Anwar Usman di ruang sidang utama Gedung MK, Jakarta.

Putusan tersebut berdasarkan hasil kesepakatan sembilan majelis hakim MK pada Rapat Pemusyawaratan Hakim (RPH) MK. Selama 8,5 jam majelis hakim MK membacakan putusan sengketa hasil Pilpres 2019. Sidang dimulai pukul 12.40 WIB hingga 21.16 dengan diselingi dua kali skors.

Sidang putusan itu dipimpin Anwar Usman yang didampingi delapan hakim lainnya, yakni Aswanto, Wahiduddin Adams, I Dewa Gede Palguna, Saldi Isra, Enny Nurbaningsih Arief Hidayat, Suhartoyo, dan Manahan MP Sitompul.

MK mematahkan dalil-dalil permohonan Prabowo-Sandi tentang adanya pelanggaran pemilu terstruktur, sistematis, dan masif. Mahkamah juga memutuskan untuk tidak menerima dalil pemohon terkait kemenangan Prabowo-Sandi. Dalam gugatannya, pemohon mendalilkan pasangan calon 02 memperoleh 68.650.239 (52%) suara, sedangkan paslon nomor urut 01 Joko Widodo-Ma'ruf Amin sebanyak 63.573.169 (48%) suara.

Berdasarkan hasil rekapitulasi yang dilakukan secara berjenjang oleh KPU yang selanjutnya diakui MK, pasangan Jokowi-Amin unggul dengan raihan 85.607.362 suara, sedangkan Prabowo-Sandi mendapatkan 68.650.239 suara.

Tetap siluman

Keberadaan tempat pemungutan suara (TPS) dan suara siluman sampai dengan pembacaan putusan oleh MK tetap menjadi misteri. Pasalnya, MK menilai tim kuasa hukum 02 tidak dapat membuktikan.

Oleh karena itu, MK menolak dalil pemohon bahwa adanya 2.984 TPS atau 895.200 suara siluman. "Dalil pemohon demikian Mahkamah tidak dapat diperiksa lebih lanjut karena pemohon tidak menguraikan lokasi TPS yang disebut sebagai TPS siluman, termasuk pemilih yang memilih di TPS tersebut," ujar hakim Saldi Isra ketika mendapat giliran membacakan putusan.

Sebaliknya, terang Saldi, Komisi Pemilihan Umum (KPU) selaku pihak termohon dapat membuktikan data jumlah TPS di seluruh Indonesia. "Merujuk pada eksitensi termohon sebagai lembaga berwenang pemilu, maka Mahkamah menilai dalil pemohon tersebut tidak didukung alat bukti valid. Sebaliknya, Mahkamah menerima data yang disampaikan termohon," ucapnya.

Tim kuasa hukum Prabowo-Sandi pun tidak bisa membuktikan dalil nihilnya suara Prabowo-Sandi di Boyolali terjadi karena adanya kecurangan. Berdasarkan fakta yang ditemukan dalam persidangan, MK berpendapat nihilnya perolehan suara pasangan calon bisa terjadi kepada siapa saja tanpa perlu kecurangan.

"Apabila memang nihil hal itu tidak bisa dikatakan sebuah hal yang mustahil atau curang. Karena justru berdasarkan bukti yang disampaikan oleh pemohon, pasangan calon 01 juga ternyata sama sekali tidak meraih suara di beberapa TPS yang ada di Sumatra Barat," tutur hakim MK Manahan Sitompul saat membacakan putusan sidang. (Uta/Medcom/P-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More