Jumat 28 Juni 2019, 04:40 WIB

Pemerintah Venezuela Klaim Gagalkan Kudeta

. (AFP/Tes/I-1) | Internasional
Pemerintah Venezuela Klaim Gagalkan Kudeta

(Photo by YURI CORTEZ / AFP)
Presiden Nicolas Maduro.

 

PEMERINTAH sosialis Venezuela mengklaim telah menyingkirkan permintaan kudeta. Amerika Serikat (AS), Kolombia, dan Chile dituding berkolusi dalam sebuah rencana pembunuhan terhadap Presiden Nicolas Maduro.

Klaim tersebut muncul di tengah serangkaian tekanan Maduro, yang menghadapi protes masyarakat atas kehancuran ekonomi domestik dan hiperinflasi, serta meningkatnya isolasi internasional.

Pemimpin sayap kiri terlibat dalam perebutan kekuasaan dengan Juan Guaido, yang diakui sebagai presiden interim Venezuela oleh AS dan puluhan negara. Maduro memperingatkan dirinya bisa bertindak kejam dalam serangan balasan revolusioner terhadap upaya kudeta fasis.

Dalam pidato yang disiarkan secara nasional, Maduro mengecam upaya fasis yang berniat menghabisi nyawanya. Dia pun mengecam Presiden Kolombia, Ivan Duque, yang diduga terlibat dalam kudeta.

Sebelumnya, Menteri Komunikasi Venezuela, Jorge Rodriguez, mengatakan dugaan kudeta melibatkan petugas aktif dan pensiunan perwira militer. Rencana eksekusi diketahui akhir pekan lalu.

"Kami mengetahui semua pertemuan yang merencanakan kudeta. Kami berada di dalam konferensi," ungkap Rodriguez, yang menyebutkan sejumlah informan telah menyusupi komplotan. Setidaknya, enam orang di antaranya telah ditahan.

Di samping itu, Rodriguez juga menuding pemimpin oposisi Juan Guaido, merencanakan sebuah pertumpahan darah. Adapun Guaido menepis tuduhan kudeta, seraya menekankan media telah mengabaikan berapa kali tuduhan yang sama diulang.

Dengan pengakuan dari AS dan 50 negara lainnya sebagai presiden interim, Guaido terus mendesak angkatan bersenjata untuk meninggalkan Maduro.

Rusia, salah satu sekutu penting rezim Maduro, menyatakan telah menggeser tim teknisi militer yang dikirim ke Venezuela. Tujuannya, memastikan pemeliharaan alat militer dan memberikan pelatihan kepada pasukan militer negeri kaya minyak. (AFP/Tes/I-1)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More