Kamis 27 Juni 2019, 19:58 WIB

Peneliti Siap Dukung Program Pengembangan Rawa untuk Pangan

mediaindonesia.com | Advertorial
Peneliti Siap Dukung Program Pengembangan Rawa untuk Pangan

Dok Kementan
Rapat koordinasi di Bogor, Rabu (26/6).

PENELITI Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Sumatra Selatan siap mendukung program pengembangan rawa untuk pangan.

"Dengan dukungan pusat, maka pasukan di daerah siap bergerak," kata peneliti di BPTP Sumatra Selatan, Budi Raharjo di Bogor, Jawa Barat, Rabu (26/6).

Demikian pula Balai Penelitian Pertanian Lahan Rawa (Balittra) di Kalimantan Selatan bertekad untuk mendampingi teknologi dan inovasi untuk pengembangan model di kedua provinsi tersebut. "Sejumlah peneliti dan teknisi yang telah kami latih akan tinggal mendampingi di lapangan," kata kepala Balittra Hendri Sosiawan.

Di lapangan, Kementan membuat demfarm yang dilaksanakan peneliti bersama petani dan penyuluh pada suatu kawasan yang memeragakan berbagai teknologi usaha tani yang unggul dan telah teruji untuk dilihat, dicoba, dan dicontoh oleh petani sasaran.

Kawasan demfarm di Kalsel dan Sumsel dapat menjadi Kawasan Pertanian Sejahtera (Sapira) yang terdiri dari dua cluster. Cluster lengkap di dua lokasi dan cluster tidak lengkap di tujuh lokasi.

Cluster lengkap meliputi berbagai teknologi budidaya berbagai komoditas seperti padi, hortikultura, itik, dan ikan dengan alsintan, kelembagaan, dan bimbingan teknik. Sedangkan cluster tidak lengkap hanya teknologi budidaya padi.

Kawasan demfarm melibatkan komponen fisik berupa penataan air dan lahan, teknologi, kelembagaan, manajemen riset dan koordinasi dalam suatu kawasan, serta dilaksanakan untuk mempercepat proses diseminasi. "Semoga dampak kegiatan ini peningkatan hasil dan sekaligus kesejahteraan petani," kata kepala Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Sumber Daya Lahan Pertanian Husnain.

Sementara Mentan Amran Sulaiman menegaskan, lahan rawa harus menjadi tumpuan produksi pangan di masa depan. Pengembangan rawa untuk pangan juga harus dilakukan terpadu dengan menyentuh semua aspek seperti teknis, sosial, ekonomi, dan kelembagaan yang berbasis riset dengan kearifan lokal. "Sejarah membuktikan masyarakat lokal Sumsel dan Kalsel telah berhasil sejak dulu," kata Amran.

Pengembangan rawa untuk pangan itu dilakukan dengan program Serasi dengan 2 model pengembangan di Sumatra Selatan dan Kalimantan Selatan. "Grand design disusun lintas stakeholder seperti Balitbangtan, Ditjen teknis, dan pemda di kedua provinsi," kata Amran. (RO/X-15)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More