Jumat 28 Juni 2019, 07:10 WIB

Studi: Kopi Berpotensi Jadi Obat Diabetes dan Obesitas

Bintang Krisanti | Weekend
Studi: Kopi Berpotensi Jadi Obat Diabetes dan Obesitas

Antara
Kopi

MEREKA yang memiliki kebiasaan minum kopi sepertinya semakin punya alasan untuk mempertahankan hobinya. Peneliti Univesity of Nottingham, Inggris, menemukan jika meminum kopi dapat menstimulasi produksi 'lemak-coklat yang berfungsi membuat tubuh memerangi lemaknya sendiri.

Dilansir Science Daily, penelitian yang dimuat di jurnal Scientific Reports, Senin (24/6), tersebut merupakan penelitian pertama yang dilakukan pada manusia.

Lemak-coklat atau Brown adipose tissue (BAT), adalah salah satu dari dua jenis lemak yang ditemukan di manusia dan mamalia lainnya. Namun sebelumnya para peneliti mengira lemak ini hanya ada di tubuh bayi dan mamalia yang memiliki kemampuan hibernasi.

Belakangan, terungkap jika manusia dewasa juga dapat memiliki lemak-coklat yang memiliki fungsi menghasilkan panas tubuh dengan membakar kalori. Fungsi itu berkebalikan dari lemak-putih yang berfungsi menyimpan kelebihan kalori.

Orang dengan Indeks Massa Tubuh (BMI) yang lebih rendah memiliki lemak-coklat yang lebih tinggi. Professor Michael Symonds, dari the School of Medicine di University of Nottingham yang menjadi salah satu pemimpin penelitian itu mengatakan, "Ini adalah penelitian pertama pada manusia yang menunjukkan sesuatu seperti secangkir kopi dapat memberi dampak langsung pada fungsi lemak-coklat. Implikasi potensi dari penelitian ini cukup besar, dimana obesitas menjadi masalah kesehatan yang kian mengkhawatirkan dan juga semakin meningkatnya penyakit diabetes, lemak-coklat berpotensi menjadi bagian untuk solusi itu,".

Lebih lanjut ia menjelaskan jika penelitian itu masih butuh riset lanjutan untuk mengetahui bahan pada kopi yang bertanggung jawab atas stimulus pada lemak-coklat. Peneliti belum mengetahui apakah kafein atau bahan lainnya pada kopi yang menjadi stimulus. Sebab itu pula tim tersebut kini tengah menguji kerja kafein dengan menggunakan suplemen kafein. (M-1)

 

Baca Juga

Dok. Pribadi

Bidasan Bahasa Normal Baru

👤Suprianto Annaf Redaktur Bahasa Media Indonesia 🕔Minggu 31 Mei 2020, 05:55 WIB
Masyarakat kenormalan baru berperilaku hidup lebih sehat. Bukan individualistis, koruptif, sekuler, dan...
ANTARA/FAUZAN

Mengartikan Kenormalan Baru

👤Sumaryanto Bronto 🕔Minggu 31 Mei 2020, 05:20 WIB
SEJAK awal sejarahnya, manusia menjadi makhluk yang melintas zaman karena akal yang mendukung kemampuan...
Frazer Harrison/Getty Images/AFP

Kylie Jenner Palsukan Status Miliarder

👤Atalya Puspa 🕔Minggu 31 Mei 2020, 05:00 WIB
Sebagai artis memang harus eksis tidak hanya di prestasi, tetapi juga pergaulan...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya