Kamis 27 Juni 2019, 18:10 WIB

KPK Keberatan dengan Kesimpulan Prematur Ombudsman Soal Idrus

Dero Iqbal Mahendra | Politik dan Hukum
KPK Keberatan dengan Kesimpulan Prematur Ombudsman Soal Idrus

MI/ROMMY PUJIANTO
Juru Bicara KPK Febri Diansyah

 

KOMISI Pemberantasan Korupsi (KPK) menyesalkan adanya sikap terburu - buru dan terlalu cepat dalam pengambilan kesimpulan oleh perwakilan Ombudsman Jakarta Raya terkait temuannya atas situasi tahanan KPK, Idrus Marham.

Sebelumnya Ombudsman dalam konferensi persnya di Kantornya di Jakarta hari ini, Kamis (27/6) menyampaikan pihaknya telah mendapati Idrus Marham berkeliaran bebas di gedung Citadines dan menyalahgunakan izin berobatnya.

Ombudsman menyebutkan Idrus berada di gedung Citades sejak pukul 08.30 WIB hingga pukul 16.00 WIB. Pihak Ombudsman pun menyebutkan telah memvideokan sejak pukul 12.39 WIB.

"KPK menyesalkan adanya penyampaian informasi yang keliru dan terburu-buru dari pihak Perwakilan Ombudsman Jakarta Raya," tutur Juru Bicara KPK Febri Diansyah, Kamis (27/6).

"Pernyataan tersebut dapat menimbulkan kesimpulan yang keliru seolah-olah KPK membawa tahanan berada di luar Rutan selama waktu tertentu tanpa dasar yang jelas. Padahal pihak Ombudsman menyebutkan bahwa Video diambil setelah Pk.12, namun kemudian menyimpulkan sendiri IM berada di Citadenes (sebelah RS MMC) sejak pk.08.30," imbuh Febri.

Febri kemudian menjelaskan bahwa berdasarkan data milik KPK, pihaknya memastikan pengawalan tahanan baru membawa keluar Idrus Marham dari rutan pada pukul 11.06 WIB. Setelah itu Idrus kembali ke rutan pada pukul 16.05 WIB.

Febri menyampaikan pihaknya menyayangkan adanya publikasi dan kesimpulan yang terburu buru seperti ini, sebab menurut Febri proses pemeriksaan dari Ombudsman sesungguhnya belum selesai. Untuk itu pihak KPK meminta kepada pihak Ombudsman untuk melakukan koreksi atas kekeliruan dalam penyampaian informasi tersebut.

Terlepas dari hal tersebut Febri mengungkapkan pihak KPK mengahargai tugas, fungsi dan wewenang dari Ombudsman sebagaimana UU Nomor 37 Tahun 2008 tentang Ombudsman Republik Indonesia. KPK melalui Direktorat Pengawasan Internal KPK berencana segera mendatangi Ombusman RI untuk berkoordinasi dan mempelajari lebih jauh fakta yang terjadi saat itu..

"KPK menghargai kewenagan yang diberikan UU pada Ombudsman, namun kami mengajak agar kewenangan tersebut digunakan secara professional dan hati-hati. Jangan sampai informasi yang didistribusikan pada publik adalah informasi yang keliru, mentah dan belum terklarifikasi secara kuat," tegas Febri.

Febri menyampaikan pihaknya selalu terbuka untuk melakukan koordinasi lebih lanjut dengan pihak Ombudsman. Hal tersebut demi terwujudnya pelayanan publik yang lebih baik kedepannya.

Sebelumnya dalam konferensi persnya hari ini pihak Ombudsman menyampaikan menemukan mantan Menteri Sosial Idrus Marham (IM) yang merupakan penghuni rutan KPK tertangkap sedang berada di luar rutan. Keberadaan Idrus diluar rutan saat itu menurut Ombudsman tidak sesuai dengan waktu izin yang diajukannya untuk berobat.

Ombudsman menemukan Idrus di Gedung Citidines yang terletak di antara Gedung Ombudsman dan RS MMC sekitar pukul 14.00 WIB, di mana izin berobat Idrus hanya sampai pukul 11.00 WIB.

Idrus ketika itu tampak sedang duduk dan bebas menggunakan telepon seluler. dan tampak tidak mengenakan rompi oranye tahanan KPK ataupun borgol. Ombudsman menilai telah terjadi maladministrasi di dalam pengawalan tahanan rutan KPK. (OL-4)

Baca Juga

MI/Fransisco Carolio Hutama Gani

Kepmendagri tidak Larang Ojek Beroperasi

👤Putri Anisa Yuliani 🕔Minggu 31 Mei 2020, 20:35 WIB
Plt Sekjen Kemendagri Muhammad Hudori menjelaskan, dalam Kepmendagri, sama sekali Mendagri Tito Karnavian tidak melarang ojek...
MI/ARYA MANGGALA

NasDem : Penggantian PSN Perlu Pertimbangan Sistem Pertahanan

👤Teguh Nirwahyudi 🕔Minggu 31 Mei 2020, 17:54 WIB
KEMENTERIAN Koordinator Perekonomian mengusulkan penggantian Proyek pesawat R80 dan N245 menjadi proyek drone dalam usulan Proyek Strategis...
MI/Susanto

Ketua Komisi I Desak Pemerintah Lindungi WNI di AS

👤Antara 🕔Minggu 31 Mei 2020, 17:33 WIB
Dia meminta perwakilan pemerintah RI di AS untuk menghubungi WNI yang ada di sana secara acak untuk memastikan kondisi keamanan mereka...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya