Kamis 27 Juni 2019, 15:10 WIB

Orator Aksi Kawal MK Larang Massa Jajan di Lokasi Demonstrasi

Ferdian Ananda Majni | Megapolitan
Orator Aksi Kawal MK Larang Massa Jajan di Lokasi Demonstrasi

MI/Ferdian Ananda Majni
Peserta aksi membeli makan dan minuman dari pedagang sekitar

 

ORATOR aksi kawal MK menyerukan larangan kepada peserta aksi agar tidak membeli makan dan minum di lokasi demonstrasi. Hal ini menyusul adanya laporan beberapa orang peserta aksi mengalami keracunan.

Sang orator berdiri di atas mobil yang dijadikan panggung orasi, melarang massa untuk jajan sembarangan.

"Hati-hati beli dari pedagang asongan di lokasi," teriak orator.

"Saya ralat tidak ada yang meninggal, tetapi ada tiga orang yang sudah diracuni," lanjutnya.

Sang orator mengecam tindakan oknum pedagang yang diduga sengaja didatangkan untuk meracuni massa. Dia mendoakan pedagang dan pelaku yang tidak senang dengan aksi itu dilaknat Tuhan.

"Kalian yang pedagang peracun, kalian jahanam, semoga Allah laknat kalian," kecamnya.

Baca juga: Massa Kesulitan Sinyal untuk Streaming Sidang Putusan MK

Namun, dia juga mengingatkan pedagang yang benar-benar mencari nafkah untuk bersabar karena seruan tersebut. Menurutnya, itu antisipasi agar tidak jatuh korban lainnya.

"Pedagang yang asli, semoga kalian berkah mencari rezeki di tempat lain," sebutnya.

Sang orator menyebut apabila ada massa yang lapar, segera mendekati posko atau mobil yang dijadikan pusat orasi para pemuka aksi massal kawal MK.

"Jangan beli dari pedagang, jangan beli apapun, awas ada yang diracun," teriaknya.

Berdasarkan informasi dari orator, ketiga orang yang keracunan akibat membeli makanan dari pedagang setempat sudah dirawat intensif di rumah sakit terdekat.

Pantauan Media Indonesia, sejumlah pedagang membanjiri lokasi demonstrasi mulai dari pedagang minuman botol keliling, pedagang tahu, pedagang kopi keliling, pedagang bakso hingga pedagang yang mendirikan tenda di jalan Medan Merdeka Barat.

Para panitia massa aksi kawal MK juga terlihat membagikan air mineral gelas dan botol. Beberapa orang juga masih membeli atau jajan dari para pedagang keliling.(OL-5)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More