Selasa 25 Juni 2019, 20:05 WIB

RI-Slowakia Teken MoU Kerja Sama Penanggulangan Terorisme

mediaindonesia.com | Internasional
RI-Slowakia Teken MoU Kerja Sama Penanggulangan Terorisme

Ist
Kepala BNPT Suhardi Alius menjalin kerja sama dengan Sekretaris Kemendagri Slowakia Michal Bagacka dalam penanggulangan terorisme.

 

TERORISME selama ini sudah menjadi kejahatan lintas batas yang luar biasa. Dalam menghadapi dan menanggulangi masalah radikalisme dan terorisme tentunya tidak bisa dilakukan sendiri. Masalah radikalisme dan terorisme merupakan masalah dunia yang perlu ditangani dengan usaha tingkat dunia pula.

Berkaitan dengan hal itu, Pemerintah Indonesia melalui Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) bersama Pemerintah Republik Slowakia melalui Kementerian Dalam Negeri (The Ministry of Interior of the Slovak Republic) melakukan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) mengenai kerja sama penanggulangan terorisme.

Penandatanganan dilakukan oleh Kepala BNPT, Suhardi Alius, dan Secretary of State Kemendagri Slowakia, Michal Bagacka, di Bratislava, Senin (24/6) waktu setempat. Penandatanganan MoU tersebut juga disaksikan Duta Besar RI untuk Slowakia, Adiyatwidi Adiwoso, para pejabat dari BNPT, dan Kemendagri Slowakia.

Kepala BNPT, Suhardi Alius, menyampaikan bahwa permasalahan terorisme ini telah menjadi isu lintas batas antarnegara sehingga setiap negara perlu bekerja sama secara erat untuk menciptakan strategi dan program yang efektif untuk menghadapi radikalisasi dan ekstremisme kekerasan.
 
"Karena masalah terorisme ini sudah menjadi masalah global. Namun akar permasalah terbentukan terorisme setiap negara tentunya berbeda-beda," ujar Suhardi dalam sambutannya di acara penandatanganan MoU tersebut.

Untuk itu, Kepala BNPT menjelaskan, dalam penanggulangan masalah terorisme, Indonesia melakukan dua pendekatan yaitu pendekatan soft power (pendekatan lunak) dan hard power (pendekatan keras). Dalam hal ini, BNPT bertugas melaksanakan pendekatan soft power. Sedangkan polisi melaksanakan  pendekatan hard power.

"Melalui pendekatan soft power ini, BNPT melaksanakan dua program yaitu program deradikalisasi bagi seluruh keluarga teroris selama 1-2 tahun dan program melawan radikalisasi guna memperkuat ketahanan masyarakat terhadap ideologi ekstremis," ucap mantan Kabareskrim Polri ini.

Lebih lanjut Suhardi menerangkan, dalam menjalankan program melawan radikalisasi guna memperkuat ketahanan masyarakat ini BNPT telah membentuk Duta Damai di Dunia Maya sebagai agen perdamaian dari kalangan muda yang dikelola oleh Pusat Media Damai (PMD).  

"Keberadaan Duta Damai Dunia Maya ini guna meyakinkan kaum muda agar tidak terpengaruh terhadap propaganda para ekstremis serta menyebarkan pesan-pesan perdamaian melalui Duni Maya dengan bahasa milenial," ujarnya.


Baca juga: Jepang-RI Sepakati Repatriasi Ribuan Kerangka Tentara yang Tewas


Selain itu, menurut dia, untuk memperkuat ketahanan masyarakat, BNPT juga melakukan berbagai ceramah atau kuliah umum di sekolah-sekolah (SMA) dan universitas, serta melalui media massa.

"Bahkan Amerika Serikat memuji pendekatan ini karena dilakukan secara holistik, yang mencakup aspek pencegahan, penegakan hukum dan kompensasi terhadap korban dari aksi terorisme. Dan di negara kami juga telah memiliki perangkat hukum dan infrastruktur yang lengkap untuk melakukan pelatihan ataupun penanganan terorisme," tutur Suhardi.

Lebih lanjut Kepala BNPT mengundang Kemendagri Slowakia untuk dapat mengikuti pelatihan antiterorisme yang diselenggarakan oleh Jakarta Centre For Law Enforcement Cooperation (JCLEC) di Semarang.

Sementara itu, Secretary of State Slowakia, Michal Bagacka, menyatakan bahwa pemerintahnya menyambut baik inisiatif Indonesia untuk kerja sama penanganan terorisme ini karena aksi teror merupakan kejahatan yang dapat terjadi di mana saja dan akibatnya merugikan banyak pihak.

"Melalui kerja sama ini, Slowakia dapat belajar dari Indonesia yang lebih memiliki pengalaman dalam penanganan terorisme dan memiliki perangkat hukum ataupun infrastruktur yang lebih lengkap. Kerja sama ini penting karena merupakan tugas negara untuk memastikan perlindungan warga negaranya," ujar Bagacka.

Dalam kesempatan itu, Dubes RI untuk Slowakia, Adiyatwidi Adiwoso, sangat mengapresiasi kerja sama yang dilakukan oleh BNPT dan Kemendagri Slowakia. Menurutnya, Indonesia dapat menjadi role model dalam penanganan terorisme dan terlibat dalam berbagai forum-forum mengenai terorisme yang digelar oleh Slowakia.

"Inisiatif kerja sama ini dilatarbelakangi oleh pertemuan konsultasi bilateral ke-5 Indonesia-Slowakia 2017 lalu di Bratislava yang mendorong pendekatan-pendekatan baru untuk peningkatan kerja sama bilateral kedua negara," ucap Adiyatwidi. (OL-1)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More