Kamis 27 Juni 2019, 03:40 WIB

Truk Baru Renault versus Teknologi Kemudi Volvo

Fetry Wuryasti | Otomotif
Truk Baru Renault versus Teknologi Kemudi Volvo

MI/FETRY WURYASTI
Truk Baru Renault

PEMBANGUNAN infrastruktur yang masif dan harga komoditas mengilap membawa berkah bagi bisnis kendaraan komersial. Sejumlah perusahaan berlomba-lomba merilis truk dan teknologi andalan terbaru mereka.

Salah satunya, Renault Trucks bekerja sama dengan PT Indo Traktor Utama menghadirkan tiga tipe solusi kendaraan komersial untuk sektor pertambangan, perkayuan, dan pengangkutan berat di Indonesia. Model ini, yaitu truk K Range seri terbaru.

K Range buatan manufaktur otomotif asal Prancis itu bakal hadir dalam tiga varian. Sebut saja 6x4 dengan mesin 11 liter serta 6x6 dan 8x4 memakai mesin 13 liter.

"Kami memang menyasar tiga segmen pasar, yaitu pertambangan dengan truk 8x4 lalu logging dan migas dengan truk yang 6x6. Terbesar di tambang target kami," ujar President Director Indo Traktor Utama, Bambang Prijono, di Jakarta, Selasa (25/6).

Bambang tidak menyangkal produk terbaru itu akan bersaing dengan Volvo Trucks yang juga baru saja melepas truk anyar. Dia berharap kehadiran produknya membuat opsi bagi konsumen tentang truk yang semakin bervariasi sesuai dengan kebutuhan masing-masing.

Renault Trucks K Range yang hadir di Indonesia dikenalkan dalam versi Xtrem. Mereka mengklaim kendaraan ini didesain khusus untuk kondisi jalanan yang parah.

Dengan kapasitas rear axle tandem sebesar 36 ton, truk K range menawarkan salah satu muatan terbaik di pasar hingga 38 ton di 8x4 sambil tetap memastikan kenyamanan berkendara. Ground clearance yang tinggi dan approach angle sebesar 36 derajat cocok untuk kebutuhan off road.

Selain itu, untuk bersaing pada sektor tambang, truk mereka dengan ukuran 8x4 disebut extreme loader, yaitu memiliki kapasitas 40 meter kubik dari rata-rata kompetitor hanya 35 meter kubik.

Kekuatan truk itu terlihat jelas di fitur yang unik, seperti penguatan chassis yang disesuaikan, pelat di bawah mesin dan tangki oli, bumper berbahan 100% baja di tiga bagian, serta grid pelindung lampu depan.

Selain itu, truk dilengkapi dengan optidriver, gearbox robot terbaru. Ini akan lebih menghemat bahan bakar hingga 10% dan mengurangi kebutuhan pemeliharaan dan meningkatkan keselamatan.

Keunggulan lain, yaitu mesin pada Renault Trucks tersebut diklaim sudah dapat menggunakan bahan bakar biodiesel B20, bahkan biodiesel B30.
Kendaraan ini dijual dengan harga Rp2,1 miliar-Rp2,2 miliar per unit.

Kelelahan mengemudi
Sebelumnya, Volvo Trucks Indonesia juga memperkenalkan Volvo Dynamic Steering (VDS), teknologi kemudi yang sangat memudahkan dan mengurangi kelelahan dalam mengemudi. VDS menggabungkan power steering hidrolik konvensional dengan motor listrik yang diatur secara elektronik dan dipasang pada roda kemudi truk.  

Sistem itu mengurangi tenaga yang dibutuhkan dalam mengemudi hingga 85% dan meredam hentakan roda kemudi akibat permukaan jalan tidak rata dan menjaga truk tetap lurus sesuai arah yang dituju pengemudi. Inovasi ini membuat pengemudian lebih presisi dan memberikan lingkungan kerja yang lebih aman, nyaman, dan menyenangkan.

Bahkan, VDS membuat truk Volvo mudah dikemudikan seekor hamster.

"Teknologi yang dipatenkan ini bermanfaat bagi pengemudi truk di Indonesia dalam setiap kondisi operasi. Di jalan bebas hambatan, sistem VDS memberikan stabilitas arah kendaraan yang tak tertandingi. Di jalan off road, pada kecepatan rendah, truk yang penuh muatan pun akan sangat mudah dikendalikan sehingga pengemudi dapat melakukannya dengan satu jari," ungkap Managing Director Volvo Trucks Indonesia, Jurn Terpstra.

VDS akhirnya dapat dinikmati pengemudi truk Volvo di Indonesia dengan perkenalan teknologi ini kepada para jurnalis otomotif di Sentul, Bogor, Jawa Barat, Kamis (20/6). Sistem VDS bekerja pada sistem kemudi konvensional yang diletakkan pada batang poros kemudi, berupa motor listrik yang dikontrol secara elektronik. Untuk meringankan kemudi tetap digunakan unit servo hidrolik.

Motor listrik pada VDS bekerja sama dengan power steering hidrolik yang menyesuaikan diri ribuan kali per detik, tergantung kondisi berkendara lewat pengaturan dari unit kontrol elektronik. Pada kecepatan rendah, motor listrik menambah tenaga ekstra.

Pada kecepatan lebih tinggi, motor listrik secara otomatis mengontrol kemudi dan melakukan kompensasi atas tekanan yang terjadi pada roda kemudi, semisal akibat dorongan angin samping atau permukaan jalan yang tidak rata.

VDS sudah tersedia di Indonesia untuk truk rigid dan prime mover poros depan tunggal 6x4 dan poros depan ganda 8x4. Untuk sementara fitur ini belum tersedia untuk truk all-wheel drive. (RO/Cdx/S-4)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More