Rabu 26 Juni 2019, 17:36 WIB

NTT akan Beli Kapal Pesiar Kelilingi Destinasi Wisata

Palce Amalo | Nusantara
NTT akan Beli Kapal Pesiar Kelilingi Destinasi Wisata

MI/JOHN LEWAR
Kota Wisata Labuan Bajo, NTT

 

DINAS Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Nusa Tenggara Timur (NTT) berencana membeli kapal pesiar yang mengelilingi destinasi wisata di provinsi kepulauan tersebut.

"Kami sudah kaji rencana pembelian kapal pesiar itu dan juga sudah ada pembicaraan informal denganKementerian Pariwisata," kata Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif NTT Wayan Darmawa di Kupang, Rabu (26/6).

Wayan mengatakan NTT membutuhkan kapal pesiar karena persoalan utama yang dihadapi NTT ialah aksesibilitas dan harga tiket pesawat yang sangat mahal. Harga tiket pesawat ibu kota provinsi dan kota kabupaten di NTT biasanya lebih mahal jika dibandingkan harga tiket pesawat seperti rute Kupang tujuan kota lain seperti Surabaya dan Jakarta.

Karena itu, tambah Wayan, NTT akan melakukan 'lompatan' untuk meningkatkan kualitas aksebilitas ke destinasi wisata. 

"Bagaimana membangun lompatan itu, kita usul beli kapal pesiar," jelasnya. 

Baca jugaTiga Kabupaten di NTT Bahas Pengendalian Malaria Lintas Batas

Kapal pesiar yang diusulkan untuk dibeli tambah Wayan, adalah berkapasitas sekitar 300 penumpang dengan harga sekitar Rp24 miliar.

Menurutnya kapal pesiar kapasitas 300 orang cocok untuk NTT, akan tetapi jika wisawatan ingin berkeliling destinasi wisata di seluruh Indonesia, cocok dengan kapal pesiar berkapasitas 1.000 penumpang. 

Dia mengatakan, NTT adalah provinsi dengan jumlah destinasi wisata terbanyak di Indonesia. 

"Ada 1.181 destinasi wisata terdiri dari budaya, alam, dan buatan,' ujarnya.

Selain itu, Dinas Pariwisata juga gencar menggelar antraksi wisata di berbagai kabupaten untuk menarik lebih banyak wisatawan berkunjung ke NTT. Pada Juli 2019, akan digelar sejumlah even seperti Festival Dugong di Alor, Festival Sandalwood di Sumba, dan Festival Ine Rie di Kabupaten Ngada. (A-4)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More