Rabu 26 Juni 2019, 12:15 WIB

KPAI Sebut Rokok Elektronik Pintu Masuk Narkoba Bagi Anak

Antara | Humaniora
KPAI Sebut Rokok Elektronik Pintu Masuk Narkoba Bagi Anak

ANTARA/M Agung Rajasa
Pekerja menata botol berisi cairan rokok elektronik (vape) di Bandung, Jawa Barat.

 

KOMISIONER bidang Kesehatan dan Narkotika Psikotropika dan Zat Adiktif Komisi (NAPZA) Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Sitti Hikmawatty mengatakan rokok elektrik dapat menjadi pintu masuk bagi anak mendapatkan paparan NAPZA.    

"Rokok elektrik itu jadi pintu masuk yang cukup signifikan," kata Hikmah saat dihubungi, Rabu (26/6).    

Komisioner KPAI itu mengatakan rokok elektrik atau vape memiliki dampak yang tidak baik bagi kesehatan dan tumbuh kembang anak sebagaimana zat berbahaya lain.    

Dia mengatakan pengguna vape meningkat menjadi 2,2 juta pengguna pada 2019 dari dari 1,2 juta di 2018.    

Baca juga: Pakar Kesehatan Sebut Perlu Ada Regulasi Rokok Elektrik

Tentu, kata dia, realitas tersebut harus menjadi perhatian karena anak dapat terpapar karena hidup di antara pengguna rokok elektrik, termasuk rokok bakar biasa.    

Dia mengatakan kalangan dewasa saja mudah terpapar.

"Jika orang dewasa sangat rentan tentu anak lebih rentan lagi," katanya.    

Hikmah mengatakan perlu intervensi serius dari setiap pihak agar anak tidak terpapar rokok elektrik bahkan menjauhkan mereka agar tidak menjadi pengguna vape. (OL-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More