Selasa 25 Juni 2019, 20:00 WIB

Unicity Indonesia-ITB Uji Klinis Keseimbangan Kolesterol

mediaindonesia.com | Humaniora
Unicity Indonesia-ITB Uji Klinis Keseimbangan Kolesterol

Dok. Unicity
ilustrasi olahraga

 

UNICITY Indonesia baru-baru ini menyelesaikan studi klinis dengan Institut Teknologi Bandung (ITB) untuk menguji dan menilai efek dari produk kombinasi serat-multivitamin pada kolesterol jahat (LDL), kolesterol baik (HDL), kolesterol total (TC), trigliserida (TG) dan apolipoprotein B (ApoB) pada penderita hiperkolesterolemia.

Hiperkolesterolemia merupakan sebuah kondisi dimana meningkatnya kadar kolesterol jahat dalam darah yang dapat memicu penyakit seperti penyakit hipertensi, jantung koroner, dan stroke yang menyebabkan kematian.

Kondisi itu tidak hanya dialami oleh orang yang mengalami obesitas, namun juga pada yang berbadan kurus dan terlihat segar.

Oleh karena itu, sangat penting untuk menjaga keseimbangan kadar kolesteroldalam darah. Selain penanganan medis, terapi alternatifatau suplemen yang aman dan efektif dapat membantu pasien hiperkolesterolemia.

Berlokasi di Rumah Sakit Umum Hasan Sadikin Bandung, Dr. Kusnandar Anggadiredja, MSc, PhD dan timnya merekrut 41 dari 50 peserta hiperkolesterolemia secara acak medio Agustus 2016 dan Maret 2018 untuk menyelesaikan studi klinis.

Baca juga : Penelitian: Kolesterol Jahat Picu Risiko Demensia

Produk yang diuji adalah produk terlaris Unicity yaitu, BiosLife-C yang mengandung 4 gr serat larut dan 0,5 gr serat tidak larut per sajian serta sejumlah vitamin penting lainnya.

Hasil utama yang diukur adalah kadar LDL dan hasil sekunder, antara lain: HDL, TG, TC, and ApoB. Semua hasil diukurpada awal uji klinis dan minggu keempat. setelah selesainya periode uji klinis.

Setelah menjalani diet rendah lemak 6 minggu dengan saran ahli gizi, setiap peserta studi uji klinis mengkonsumsi BiosLife-C atau produk plasebo selama 4 minggu. Pada minggu pertama, peserta dari keduakelompok tersebut memiliki kadar LDL yang sama (142 ± 15.7 vs. 143 ± 19.3 mg/dL).

"Setelah 4 minggu percobaan, peserta dari kelompok yang mengkonsumsi BiosLife-C menunjukkan penurunan kadar LDL sebesar 17.25 ± 22.26 mg/dL. Penurunan kadar LDL ini disertai dengan perbaikan total kolesterol dan ApoB, tanpa menimbulkan efek buruk pada konsentrasi HDL dan TG," katanya.  

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kombinasi serat-multivitamin memiliki potensi untuk digunakan sebagai terapi pendamping obat-obatan untuk mengontrol hiperkolesterolemia.

"Kami ingin membagikan temuan yang luar biasa ini kepada khalayak luas bahwa BiosLife-C merupakan produk suplemen natural yang teruji klinis untuk membantu menurunkan kolesterol jahat (LDL) dan kolesterol total, dan pada saat yang sama mengurangi kadar ApoB, sekaligus meningkatkan kadar kolesterol baik (HDL)," kata  Kusnandar dalam keterangan tertulisnya. (RO/OL-7)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More