Bermain di Luar Ruang Penting untuk Anak

Penulis: mediaindonesia Pada: Rabu, 26 Jun 2019, 08:20 WIB Humaniora
 Bermain di Luar Ruang Penting untuk Anak

123 RF
Bermain di Luar Ruang Penting untuk Anak

BERMAIN merupakan salah satu langkah penting untuk mendukung tumbuh kembang anak. Dari beragam jenis permainan, salah satu yang diutamakan ialah bermain di luar ruang. Mengapa demikian?

"Karena bermain di luar ruang mampu memberikan beragam jenis stimulasi secara bersamaan. Stimulasi yang demikian itu sangat baik untuk perkembangan anak," ujar dokter spesialis anak dari Rumah Sakit Pondok Indah (RSPI)-Pondok Indah, dr Catharine M Sambo SpA(K), pada diskusi kesehatan anak di Jakarta, pekan lalu.

Ia mencontohkan, saat anak keluar, ia akan merasakan perubahan suhu udara, merasakan terpaan sinar matahari, mencium aroma yang ada di lingkungan terbuka, melihat hewan seperti kucing dan anjing, dan melihat daun di pepohonan. Semuanya itu didapat anak secara bersamaan dan menstimulasi perkembangan berbagai bagian otak anak.

Semakin banyak anak mendapatkan stimulasi, sinaps-sinaps atau hubungan antarsel saraf di otak semakin berkembang. Semakin banyak sinaps, semakin tinggi kemampuan berpikir si anak.

"Dengan bermain di luar ruang, anak bisa mendapatkan pengalaman indriawi tentang dunia nyata. Itu merupakan unsur stimulasi yang penting," tegasnya.

Ia menekankan, sangat berbeda ketika anak melihat daun yang sesungguhnya, dengan melihat foto daun di komputer atau gawai. "Ada kasus, anak yang bisa menyebut 'apel' ketika diperlihatkan foto apel di gawai, tapi ketika disodori apel yang sesungguhnya dia tidak bisa mengenalinya sebagai apel," tutur Catharine.

Kemampuan penting lain yang bisa didapat dari bermain di luar ruang ialah yang terkait dengan spasial. Misalnya, mengenali lokasi rumahnya. "Beda ya, antara kemampuan anak menyebut alamat ketika ditanya rumahmu di mana, dan kemampuan menunjukkan posisi rumah ketika ditanya rumahmu yang mana."

Bermain di luar ruang, lanjut Catharine, juga melatih anak memecahkan masalah. Misalnya, saat bermain jual-beli bersama teman, tidak ada uang-uangan, anak bisa menggunakan daun sebagai penggantinya. "Dan tentu saja, bermain di luar ruang juga bermanfaat untuk melatih motorik anak, seperti saat mereka berlarian, melompat, dan bergantungan," imbuh Catharine.

Dengan segala manfaat tersebut, Catharine menyarankan agar orangtua mendorong dan memberi kesempatan anak bermain di luar ruang dengan tetap disertai upaya menjaganya dari risiko bahaya yang mungkin terjadi. "Perlu diingat, bahkan teknologi canggih seperti VR (virtual reality) pun tidak dapat menggantikan berbagai manfaat bermain di luar ruang," cetus Catharine.

Demam, jangan panik

Ada kalanya, seusai bermain di luar ruang, anak mengalami demam. Menurut Catharine, orangtua sebaiknya jangan panik. Demam itu mungkin 'hanya' gejala anak dehidrasi atau kekurangan cairan.

"Kadang saking asyiknya bermain, anak lupa atau enggan minum. Padahal, tubuhnya berkeringat karena gerak terus dan panas-panasan. Akibatnya, anak dehidrasi. Salah satu gejala dehidrasi ialah demam," tutur Catharine.

Karena itu, sarannya, ketika anak demam sepulang dari bermain, lebih baik beri minum lebih dulu daripada langsung memberi obat penurun panas. Lengkah selanjutnya, beri anak kompres hangat. Umumnya, demam anak akan turun dengan sendirinya.

"Yang perlu diwaspadai ialah jika anak demam disertai kesulitan bernapas, muntah-muntah, menangis terus, tidak mau makan, bahkan kesadaran menurun. Segera periksakan ke dokter," pungkasnya. (*/H-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More