Rabu 26 Juni 2019, 06:00 WIB

BI Pangkas Biaya Transfer Kliring Jadi Rp3.500

mediaindonesia | Ekonomi
 BI Pangkas Biaya Transfer Kliring Jadi Rp3.500

antara
Direktur Pengembangan Infrastruktur Sistem Pembayaran BI Ery Setiawan (tengah) di Jakarta, Selasa (25/6)

 

BANK Indonesia (BI) memangkas biaya transfer yang dibebankan perbankan kepada nasabah melalui sistem kliring nasional menjadi maksimal Rp3.500 per transaksi dari Rp5.000 per transaksi. BI juga memangkas biaya layanan transfer dana yang dikenakan BI kepada perbankan menjadi Rp600 per transaksi, dari sebelumnya Rp1.000.

"Ketentuan penurunan biaya transfer kliring ini tertuang dalam Peraturan Bank Indonesia (PBI) 21/8/PBI/2019. Ini efektif berlaku 1 September 2019," kata Direktur Pengembangan Infrastruktur Sistem Pembayaran BI Ery Setiawan di Jakarta, kemarin.

Ia mengatakan dengan pemangkasan biaya, Bank Sentral ingin meningkatkan efisiensi biaya di sistem pembayaran, dan menjangkau nasabah yang selama ini belum memanfaatkan fasilitas transfer kliring (Sistem Kliring Nasional Bank Indonesia/SKNBI).

Sebagaimana dikutip dari Antara, dalam ketentuan baru Bank Sentral itu juga terdapat dua poin utama perubahan lainnya, yakni penambahan waktu setelmen atau penyele-saian transaksi dan batasan transaksi maksimal dalam SKNBI. Saat ini waktu penyelesaian transaksi untuk transfer kliring sebanyak lima kali dalam satu hari, yakni pada pukul 09.00 WIB, 11.00 WIB, 13.00 WIB, 15.00 WIB, dan 16.45 WIB, serta dua kali dalam 1 hari untuk layanan pembayaran reguler, yakni pada pukul 08.00 WIB dan 14.15 WIB.

Pada 1 September 2019, waktu penyelesaian transaksi akan bertambah menjadi sembilan kali dalam satu hari untuk layanan transfer dana dan pembayaran reguler, yakni pada pukul 08.00 WIB, 09.00 WIB, 10.00 WIB, 11.00 WIB, 12.00 WIB, 13.00 WIB, 14.00 WIB, 15.00 WIB, dan 16.45 WIB

Dengan begitu, penyelesaian transaksi kliring dapat dilakukan maksimal 1 jam masing-masing di bank pengirim dan bank penerima dari waktu sebelumnya masing-masing selama 2 jam. "Jadi, pembayaran ritel akan lebih cepat dan makin murah serta akan banyak yang beralih ke nontu-nai," jelas Ery.

Untuk batasan maksimal kliring, BI menetapkan batas maksimal dari sebelumnya Rp500 juta untuk semua layanan SKNBI menjadi Rp1 miliar untuk layanan transfer dana dan pembayaran reguler, serta Rp500 juta untuk layanan kliring warkat debit dan layanan penagihan reguler. (*/E-3)

Baca Juga

MI/Iiz Zatnika

Kemenkop UKM Dorong Empat Skema Bantu Koperasi Terdampak Covid-19

👤M Ilham Ramadhan 🕔Minggu 29 Maret 2020, 13:55 WIB
LPDB siap melakukan relaksasi terhadap mitra-mitra...
Istimewa

Covid-19 Tak Halangi Petani Indramayu Panen Raya Padi dan Jagung

👤mediaindonesia.com 🕔Minggu 29 Maret 2020, 13:17 WIB
Kepala Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Indramayu Takmid mengatakan Kementan setiap tahun menggelontorkan bantuan untuk Kabupaten...
Antara/Rahmad

Terdampak Covid-19, Pemerintah Siap Beli Produk Perikanan

👤Hilda Julaika 🕔Minggu 29 Maret 2020, 10:40 WIB
Pasar produk perikanan global ikut terdampak pandemi covid-19. Mengantisipasi turunnya permintaan, pemerintah berencana  membeli...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya