Selasa 25 Juni 2019, 21:32 WIB

Kapolri: Polri Turut Berjasa Besarkan KPK

Ferdian Ananda Majni | Politik dan Hukum
Kapolri: Polri Turut Berjasa Besarkan KPK

Antara/WAHYU PUTRO A
Kapolri Jenderal Tito Karnavian

 

KAPOLRI Jenderal Tito Karnavian mengatakan kerja sama dan hubungan polri dan KPK telah terjalin baik sejak awal berdirinya Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Bahkan, Polri turut menyumbangkan anggotanya membesarkan nama kembaga antirasywah itu mulai dari level penyidik hingga komisioner.

"Jangan lupa sejarah, bahwa diawali membesarkan KPK itu melibatkan Polri, baik ditingkat pimpinan ada Pak Taufik Ruki (ketua), Pak Bibit Waluyo, Ibu Basariah Panjaitan dan tingkat deputi serta penyidikan juga cukup banyak," kata Tito, di Mabes Polri, Jakarta, Selasa (25/6)

Baca juga: Wapres: Penangguhan Soenarko dan Eggi Karena Belum Makar

Ia menambahkan, sebagian besar abggota Polri menyelesaikan masa tugasnya di KPK secara gemilang. Ketika kembali ke Polri, jelas Tito, mereka menularkan teladan yang baik kepada rekan-rekan di kepolisian

"Banyak yang sukses anggota polri yang menjadi bagian KPK, jadi saya memanfaatkan mereka kembali ke sini untuk menjadi role model untuk memperbaiki kultur di dalam polri dalam menekan budaya koruptif," terangnya.

Berbekal hal itu, Tito menambahkan, sebelum mendaftar menjadi calon komisioner KPK, personel kepolisian harus mendapatkan rekomendasinya. Tujuannya, untuk menjaga kualitas anggota kepolisian yang ditugaskan di KPK.

"Karena kita melihat yang mau mendaftar, langsung saya lemparkan kepada propam atau Irwasum untuk mengecek apakah ada masalah, untuk meminimalisir tidak lulus. Kami malu jika ditemukan sama pansel, tahu-tahu ada catatan buruk, lebih baik tidak usah dikirim," terangnya.

Sejauh ini, ada 9 perwira tinggi TNI mendaftar ke Pansel KPK yang telah melalui seleksi internal dan rekomendasi Kapolri.

"Itu 9 tidak ada masalah dalam seleksi Internal. Tetapi kami tidak tahu nanti, karena ada LKPM, ada PPATK itu proses yang akan dilaksanakan," pungkasnya. (OL-8)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More