Rabu 26 Juni 2019, 03:20 WIB

Pasokan Berlebih Harga Ayam Tersungkur

Widjajadi | Nusantara
Pasokan Berlebih Harga Ayam Tersungkur

MI/Supardji Rasban
Pedagang ayam potong di sejumlah pasar tradisional

 

KEMENTERIAN Pertanian (Kementan) didorong bertindak cepat menyelamatkan kelangsungan hidup peternak ayam broiler yang sudah 10 bulan terakhir ini mengalami keterpurukan.

Pasalnya harga ayam hidup di tingkat produksi hanya tinggal Rp5.000 hingga Rp10.000 per kilogram, jauh dari ­harga pokok produksi yang mencapai Rp18.500 per kilogram.

“Peternak unggas rakyat sudah diibaratkan menangis darah sekarang ini. Hampir 10 bulan terakhir ini menanggung derita tidak berkesudah­an. Kami sudah berulang kali memohon kepada pemerintah (Kementan), tetapi tidak pernah mendapatkan respons,” ungkap Ketua Perhimpunan Insan Peruggasan Rakyat Indonesia (Pinsar) Jawa Tengah,Pardjuni, kepada Media Indonesia di Solo, Selasa (25/6).

Pemerintah diharapkan bisa menekan atau membatasi produksi peternak besar bermodal asing (PMA) yang menjadi biang keterpurukan harga ayam broiler di tingkat peternak rakyat. Saat ini, kelebihan produksi atau suplai mencapai 30% sampai 40% dari kebutuhan.

“Kebutuhan sekitar 1,2 juta ekor per hari, tetapi sejauh ini suplai mencapai sekitar 2 juta ekor. Tiap bulan tidak ada pengurangan sehingga terus menumpuk, dan membuat harga di tingkat produksi terjun bebas,” tandasnya.
Sebagai bentuk protes, ­Pinsar Solo Raya berencana  membagi-bagikan 8.000 hingga 10.000 ekor ayam secara gratis kepada masyarakat pada Rabu (26/1).

Ketua Umum Pinsar ­Singgih Januratmoko menjelaskan instruksi Kementan untuk memangkas jumlah anak ayam (day old chicken/DOC) selama periode 24 Juni hingga 23 Juli mendatang belum berdampak.  Bahkan, ia khawatir instruksi  itu hanya dianggap angin lalu oleh para produsen DOC.

“Semestinya ada peraturan menteri yang mendasari kebijakan itu supaya lebih efektif. Kalau seperti ini cuma memberi harapan palsu,” ujar Singgih.

Ketua Pusat Kajian Pertanian Pangan dan Advokasi (Pataka) Yeka Hendra Fatika mendesak Kementan untuk berani bertindak tegas dalam hal pengurangan stok anak ayam.

Masalah pengurangan stok anak ayam ini selalu ­berulang yang membuat stok pada tingkat peternak menjadi ­berlebih.  

Ia melihat Kementan tidak serius dalam mengawasi pelaksanan pengurangan DOC di lapangan sehingga tidak bisa memastikan kebijakan itu dijalankan dengan baik.

Pembenahan di hulu
Dirjen Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan (Kemendag) Tjahya Widayanti mengungkapkan rendahnya harga ayam ras di tingkat peternak saat ini merupakan cerminan dari pasokan yang berlebih
Sedianya, Kementerian Perdagangan telah memiliki instrumen penjaga harga berupa Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 96 Tahun 2018 tentang harga acuan di tingkat peternak dan konsumen.

Namun, Singgih Januratmoko menilai kebijakan di hilir tersebut tidak akan berjalan jika kondisi di hulu tidak dibenahi secara serius.

Menko Perekonomian Darmin Nasution mengungkapkan penurunan harga ayam  tidak bersifat permanen dan bisa segera pulih. (Pra/E-1)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More