Selasa 25 Juni 2019, 23:00 WIB

Jaga Surplus Neraga Dagang Impor Migas Harus Ditekan

(Ata/E-2) | Ekonomi
Jaga Surplus Neraga Dagang Impor Migas Harus Ditekan

Bhima Yudhistira, Ekonom Indef
Bhima Yudhistira, Ekonom Indef

 

EKONOM dari Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Bhima Yudhistira menyatakan pemerintah harus menyiapkan serangkaian strategi untuk menekan impor migas agar tidak memperburuk neraca perdagangan Indonesia yang sudah surplus. Salah satunya ialah dengan memperbaiki insentif dalam berinvestasi di sektor migas.

“Perbaiki insentif bagi investasi di pembangunan kilang minyak dan eksplorasi sumur baru. Impor minyak naik seiring turunnya produksi atau lifting minyak mentah. Ini perlu menjadi prioritas,” kata Bhima, Selasa (25/6).

Selain itu, sambung Bhima, pemerintah harus memperbesar penggunaan gas di dalam negeri dengan memperbaiki infrastruktur gas.

Selain jumlah cadangan gas terbilang masih sangat besar, penggunaan gas tidak menyumbang defisit migas.

Dalam kajiannya, pemerintah juga perlu memprioritaskan penggunaan energi terbarukan untuk menekan impor migas.

“Perlu dukungan penuh terhadap program energi terbarukan seperti B20 dan solar panel (panel surya). Porsi energi terbarukan perlu mencapai 30% dari total baur-an energi,” ujarnya.

Senin (24/6) lalu, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat adanya surplus pada neraca perdagangan Mei 2019 sebesar US$0,21 miliar.

Kepala BPS Suhariyanto menyatakan surplus neraca perdagangan tersebut disebabkan oleh surplus sektor nonmigas sebesar US$1,19 miliar.

Meskipun begitu, di sektor migas justru terjadi defisit sebesar US$0,98 miliar. Hal tersebut lantaran defisit ­minyak mentah sebesar US$477,5 miliar dan hasil minyak sebesar US$1,122 miliar.

Secara kumulatif, neraca perdagangan Indonesia pada Januari-Mei 2019 masih mengalami defisit sebesar US$2,14 miliar dengan total ekspor US$68,4 miliar dan total impor US$70,6 miliar.

Dengan kondisi itu, Kepala BPS mengingatkan ­pentingnya upaya memperbaiki neraca perdagangan Indonesia melalui peningkatan ekspor dan pengendalian impor. (Ata/E-2)

Baca Juga

MI/Pius Erlangga

Menkeu: New Normal Harus Seimbangkan Kesehatan dan Ekonomi

👤Hilda Julaika 🕔Selasa 02 Juni 2020, 16:39 WIB
Sri Mulyani berharap penerapan new normal tidak hanya berdampak pada aspek kesehatan, namun juga menciptakan interaksi baru secara sosial...
Antara

Pemerintah Pantau Data Covid-19 untuk Tentukan New Normal

👤Hilda Julaika 🕔Selasa 02 Juni 2020, 16:26 WIB
Pemerintah tengah memantau data dan fakta di lapangan mengenai kasus penyebaran covid-19 ini guna menentukan waktu yang tepat untuk...
ANTARA FOTO/Wahyu Putro A

BPS: 51,36 Juta Orang Berpartisipasi dalam Sensus Daring

👤M. Ilham Ramadhan Avisena 🕔Selasa 02 Juni 2020, 14:40 WIB
Sebanyak 51,36 juta orang atau 19,05% dari total 270 juta masyarakat Indonesia telah berpartisipasi dalam sensus penduduk...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya