Rabu 26 Juni 2019, 01:00 WIB

Abimana Aryasatya Terima Jakarta Apa Adanya

Abdillah Muhammad Marzuqi | Hiburan
Abimana Aryasatya Terima Jakarta Apa Adanya

MI/PIUS ERLANGGA
Aktor Abimana Aryasatya (36) pemeran tokoh Sancaka dalam film Gundala

 

KOTA Jakarta menyimpan berbagai cerita, termasuk aktor kawakan Abimana Aryasatya, 36. Pemeran Sancaka dalam film Gundala; Negeri ini Butuh Patriot (2019) itu mengatakan, Jakarta merupakan tempat ia dilahirkan dan tumbuh hingga dewasa.

Maka dari itu, tak heran, Abimana punya ikatan khusus dengan kota ini. Ia bahkan tidak mempermasalahkan kondisi Jakarta yang kerap dianggap miring. Ia menerima Jakarta yang ada dan hadir di hadapannya, sebagaimana Jakarta menerimanya.

"Jakarta itu ibu kota tempat saya lahir dan besar di sini. Saya cintai, saya terima apa adanya," ujar Abimana saat berkunjung ke Kantor Media Indonesia di bilangan Kedoya, Jakarta Barat, Selasa (18/6).

Laki-laki kelahiran Jakarta itu mengisahkan, dirinya menjajal dunia seni peran sejak remaja. Namanya mulai terkenal setelah membintangi sinetron Lupus pada 1990-an.

Abimana juga menorehkan prestasi dengan tiga nominasi Piala Citra untuk Aktor Terbaik, yakni Belenggu (2013), Haji Backpacker (2014), dan Warkop DKI Reborn: Jangkrik Boss! Part 1 (2016).

Tiga dekade berlalu. Jakarta seolah sudah menjadi rumah besar untuk Abimana. Sebagai orang yang lahir dan hidup di Jakarta, ia tahu persis kondisi Jakarta dari waktu ke waktu. Menurutnya, kesemrawutan Jakarta telah tercipta sejak dulu.

"Dari dulu sampai sekarang, chaos (kacau) tetap chaos, ya sudah ini rumah saya. Jadi, saya tidak pernah ada kritik sama rumah saya. Jadi, saya terima apa adanya," tambah aktor yang dahulu menggunakan nama Robertino itu.
     
Dari diri sendiri
Meski menerima Jakarta apa adanya, Abimana tidak lantas berdiam dengan kondisi Jakarta. Ia masih punya harapan untuk Jakarta lebih baik. Untuk mewujudkannya, ia memulai dengan dirinya sendiri.

"Coba mengubah dari diri saya dulu. Saya tidak memaksa orang lain untuk berubah lebih baik," sambung suami dari Inong Ayu itu.

Abimana juga tidak muluk-muluk dengan perubahan yang dilakukan. Semua dimulai dengan mengerjakan hal baik seperti berhenti di tempat yang sudah ditentukan. Untuk urusan ketertiban ini, meski kecil, tetap saja ada yang melanggar.

Pemeran Dono dalam film Warkop DKI Reborn: Jangkrik Boss! Part 1 itu mengaku geleng-geleng kepala saat menemui pengendara lain yang belum bisa tertib. "Saya pernah dimarahin orang karena berhenti di lampu merah, di tempat yang benar. Lo, kok jadi saya yang salah?" ucapnya.

Tak hanya itu, Abimana pernah disemprot pengendara lain saat dirinya berkukuh menolak mengambil hak pejalan kaki. "Naik trotoar, saya gak pernah mau naik trotoar, malah saya yang dimarahin orang," imbuh bapak empat anak itu.

Abimana bergeming. Ia tetap konsisten melakukan hal-hal kecil yang kerap dianggap sepele itu. Menurutnya, perubahan bisa dimulai dari hal kecil, tidak harus dengan hal-hal besar. (H-3)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More