Selasa 25 Juni 2019, 19:05 WIB

Subsidi Elpiji 3 Kg Berpotensi Lebihi Anggaran

Andhika Prasetyo | Ekonomi
Subsidi Elpiji 3 Kg Berpotensi Lebihi Anggaran

antara
Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kemenkeu Suahasil Nazara

 

SUBSIDI gas elpiji 3 kilogram (kg) kembali berpotensi melebihi anggaran yang telah ditetapkan. Kementerian Keuangan mencatat pada 2017, kuota elpiji 3 kg bersubsidi ditetapkan 6,2 juta ton namun realisasinya sepanjang tahun mencapai 6,31 juta ton.

Begitu pula pada 2018, kuota ditetapkan 6,45 juta ton tetapi realisasi akhir mencapai 6,53 juta ton.

Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kemenkeu Suahasil Nazara mengungkapkan hal itu terjadi karena selama ini elpiji 3 kg diperdagangkan secara bebas. Artinya, komoditas yang semestinya hanya dikonsumsi masyarakat tidak mampu, juga bisa dinikmati golongan menengah dan kaya.

"Itu bisa dibeli oleh golongan masyarakat manapun. Bahkan, kelompok kaya yang jumlahnya 10% pun masih bisa beli tabung elpiji 3 kg. Ini yang kadang-kadang kita sebut bocor, artinya dinikmati bukan oleh yang berhak," ujar Suahasil di Gedung Parlemen, Jakarta, Selasa (25/6).

Baca juga: Tidak Ada Pencabutan Subsidi Elpiji 3 Kg

Untuk mengatasi hal tersebut, pemerintah mematangkan skema pendistribusian secara tertutup di beberapa daerah. Dengan skema itu, hanya masyarakat tidak mampu saja yang dapat mengakses elpiji 3 kg.

Kementerian ESDM sedianya menargetkan implementasi distribusi tertutup elpiji 3 kilogram dapat dimulai pada 2020 mendatang. Namun, saat ini uji coba bertahap telah dilakukan di beberapa daerah.(OL-5)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More