Rabu 26 Juni 2019, 00:00 WIB

Mawar De Jongh Lebih Feminin di Bumi Manusia

(Ant/H-3) | Hiburan
Mawar De Jongh Lebih Feminin di Bumi Manusia

MI/Permana
Mawar Eva de Jongh

 

AKTRIS muda Mawar Eva de Jongh, 17, mengaku lebih feminin untuk bisa memerankan sosok keturunan Belanda-Jawa, Annelies, dalam film Bumi Manusia yang disutradarai Hanung Bramantyo.

Untuk membiasakan cara jalan yang lebih feminin, misalnya, Mawar mau tak mau membiasakan diri mengenakan rok panjang dan besar. Hal itu ia lakukan sejak tahap pembacaan naskah. "Waktu <i>reading<p> aku pakai rok panjang karena cara jalan aku kayak laki-laki," kata perempuan kelahiran Medan, Sumatra Utara, itu di Jakarta, Rabu (19/6).

Selain memperbaiki cara jalannya, Mawar juga harus belajar bahasa Belanda dan Jawa. Ia pernah mengatakan, meski keturunan Belanda, dirinya masih harus mendalami bahasa Belanda lebih intensif karena logat Annelies yang hidup pada masa pemerintahan Hindia Belanda berbeda dengan logat yang dia tahu. Menurut Mawar, logat Belanda zaman dulu lebih sopan ketimbang masa kini yang sudah bercampur dengan slang.

Perjuangan Mawar itu pun menuai pujian dari sang sutradara, Hanung Bramantyo. Mawar dinilai mampu menyelami tokoh Annelies yang menjadi lawan main aktor Iqbaal Ramadhan, yang berperan sebagai Minke.

"Mawar lebih bisa masuk (ke peran Annelies) karena ibunya pribumi dan bapaknya Belanda. Ketika diceritain tentang Annelies, menangis dia," kata Hanung. (Ant/H-3)

 

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More