Selasa 25 Juni 2019, 18:45 WIB

Hina Gubernur, Koordinator Suporter PSPS Diadukan ke Polisi

Rudi Kurniawansyah | Nusantara
Hina Gubernur, Koordinator Suporter PSPS Diadukan ke Polisi

ANTARA
Pendukung PSPS Riau

 

KOORDINATOR Curva Nord 1955, salah satu kelompok suporter PSPS Pekanbaru, Dolly Sandavid, diadukan ke Direskrimum Polda Riau atas kasus dugaan penghinaan terhadap Gubernur Riau Syamsuar.

Laporan ke polisi itu buntut dari sorakan dan yel-yel yang diteriakkan ratusan suporter dengan menyamakan Gubernur Riau dengan sebutan binatang pada laga perdana PSPS versus PSMS Medan, Sabtu (22/6) lalu.

Pada pertandingan itu juga terjadi kericuhan disertai pembakaran yang dilakukan oleh para suporter sehingga menyebabkan laga sempat terhenti sementara. Namun pertandingan tetap berlanjut dengan skor akhir 3-2 untuk kemenangan PSMS Medan.

"Pengaduan kami ialah dugaan tindak pidana penghinaan terhadap Gubernur Riau. Ucapan penghinaan diduga dilakukan Dolly Sandavid sebagai pimpinan suporter Curva Nord 1955," ungkap Kasubag Ligitasi Biro Hukum Pemprov Riau, Yan Dharma, di Pekanbaru, Selasa (25/6).


Baca juga: Riau Ingatkan Sistem Zonasi PPDB tidak Dibatasi Wilayah


Dalam berkas aduannya, Biro Hukum Pemprov Riau juga melampirkan alat bukti berupa tautan video yang sudah tersebar pada sosial media YouTube. Alat bukti itu untuk pemenuhan Pasal 315 KUHP tentang penghinaan ringan.

Terkait adanya permintaan maaf dari pihak yang diadukan yaitu Dolly Sandavid pada pertemuan bersama perwakilan suporter PSPS dengan Wakil Gubernur Riau, Edi Natar Nasution, pada Senin (24/6) lalu, menurut Yan, hal tersebut bergantung dari sikap Gubernur Riau Syamsuar nantinya.

Sebelumnya pada Senin (24/4) sore, ribuan suporter PSPS juga melakukan aksi unjukrasa menuntut Gubernur melakukan upaya nyata untuk menyelamatkan klub sepak bola kebanggaan Riau itu. Pasalnya, telah terjadi pengunduran diri pengurus inti ditambah lagu isu klub bola tersebut akan dijual kepada pihak luar. (OL-1)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More