Selasa 25 Juni 2019, 18:45 WIB

Soal Koalisi Pemerintahan, JK: Politik itu Dinamis

Dero Iqbal Mahendra | Politik dan Hukum
Soal Koalisi Pemerintahan, JK: Politik itu Dinamis

Bertrand GUAY / AFP
Wakil Presiden Jusuf Kalla.

 

WAKIL Presiden Jusuf Kalla mengingatkan dalam dinamika politik tidak ada yang dapat dikatakan abadi, semua hal bersifat dinamis dan dapat berubah sewaktu-waktu. Sehingga, pada koalisi mendatang, ia tidak melihat hal tersebut sebagai sesuatu yang aneh.

"Lima tahun yang lalu itu (koalisi ditengah jalan) juga terjadi, awalnya PAN, Golkar dan PPP mendukung Prabowo di 2014. Tetapi kemudian gabung ke pemerintahan, jadi politik itu dinamis sekali. Karena itu dalam politik tidak ada kawan dan lawan abadi. Hari ini berlawanan, tapi ujungnya juga bersamaan. Itu biasa aja dalam politik," terang Jusuf Kalla di Kantor Wakil Presiden di Jakarta, Selasa (25/6).

Namun, perlu disadari bila nantinya ada penambahan anggota koalisi dalam pemerintahan, koalisi yang terbentuk akan sangat gemuk. Jusuf Kalla menilai situasi tersebut memang dapat berpotensi menciptakan perdebatan internal, bukan pertentangan dengan pihak oposisi.

Baca juga: Koalisi Jokowi-Amin Dinilai sudah Gemuk

Jusuf Kalla pun menilai berdasarkan pengalamannya kebijakan kabinet tidak selalu sama dengan partai di DPR. Meski umumnya memiliki konsekuensi politis. Misalnya ada kebijakan Partai Amanat Nasional (PAN) yang mendukung Prabowo, sehingga kehilangan kursi menterinya dari kabinet.

Sementara terkait peluang koalisi, ia tidak dapat berkomentar. Salah satu alasannya karena dirinya tidak lagi terlibat pada pemerintahan mendatang sehngga tidak mengetahui informasi.

"Karena pemerintah akan datang saya tidak ikut lagi, saya tidak tahu lagi koalisi-koalisi itu. Itu tergantung ke Pak Jokowi sendiri," pungkas Jusuf Kalla.(OL-5)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More