Persaingan Bisnis Ritel Semakin Ketat

Penulis: Nur Aivanni Fatimah Pada: Selasa, 25 Jun 2019, 06:15 WIB Ekonomi
Persaingan Bisnis Ritel Semakin Ketat

ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan
Menteri Koordinator Bidang ­Perekonomian Darmin Nasution.

MENTERI Koordinator Bidang ­Perekonomian Darmin Nasution menilai penutupan beberapa gerai ritel modern Giant milik PT Hero Supermarket Tbk disebabkan persaingan bisnis yang makin ketat.

“Itu hasil dari persaingan. Kalau ada yang kalah dalam bersaing, itu normal,” kata Darmin saat ditemui di Jakarta, kemarin.

Ia mengatakan saat ini persaingan bisnis ritel modern sangat ketat. Para pelaku industri berlomba menawarkan layanan terbaik kepada konsumen.
Karena itu, ia meminta tidak ada hal yang dirisaukan dari persaingan bisnis ritel tersebut karena hal itu merupakan bagian dari dinamika kegiatan ekonomi. “Jangan dirisaukan karena yang sana ada yang naik, sini ada yang turun,” ujar Darmin.

Sebelumnya, Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) Roy N Mandey mengaku belum mendapatkan keterangan resmi dari Giant mengenai rangkai-an penutupan beberapa gerai.

Namun, menurut dia, penutupan supermarket Giant di enam lokasi itu lebih karena alasan efisiensi agar korporasi dapat terus berusaha dan menghidupi bisnisnya.

Keenam gerai yang akan ditutup, kata Roy, akan direlokasi ke tempat baru yang lebih strategis dan memiliki potensi pendapatan lebih baik daripada gerai yang saat ini masih beroperasi.

Selain itu, ia menilai bahwa telah terjadi perubahan perilaku konsumen, dari yang biasanya memasak di rumah dan berbelanja bahan pangan di supermarket, kini lebih memilih untuk berkuliner.

“Adanya penurunan transaksi pangan, baik makanan dan minum-an, akibat bergesernya perilaku konsumen. Konsumen lebih memilih kuliner di luar rumah sebagai gaya hidup masyarakat global,” kata Roy.

Giant akan menutup enam supermarket pada 28 Juli 2019. Keenam gerai tersebut ialah Giant Ekspres Cinere Mall, Giant Ekspres Mampang, Giant Ekspres Pondok Timur, Giant Ekstra Jatimakmur, Giant Ekstra Mitra 10 Cibubur, dan Giant Ekstra Wisma Asri.

Sebelum tutup, Giant akan memberikan diskon ke masyarakat dari 5% hingga 50% untuk menghabiskan stok barang.

Perubahan teknologi

Di kesempatan berbeda, Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Hanif Dhakiri mengaku kementeriannya belum menerima laporan adanya rencana pemutusan hubungan kerja (PHK) para karyawan Giant.

“Yang ini (penutupan Giant) belum. Saya harus cek dulu,” kata Hanif, kemarin.

Menurutnya, perubahan teknologi yang cepat menjadi ­faktor berkurangnya kesempatan kerja meski di sisi lain perubahan teknologi juga memberi kesempatan baru yang harus dibarengi keahlian para tenaga kerja. “Yang hilang dan yang tumbuh akan selalu muncul. Yang penting bagaimana kita bisa mempersiapkan skill yang baik di tengah perubahan. Kalau enggak, tentu repot,” jelas dia.

Hanif menambahkan, setiap tahun Kementerian Ketenaga-kerjaan akan melaporkan jumlah PHK yang terjadi, termasuk proses penangangan kasusnya. Biasanya laporan akan disampaikan setiap awal tahun.

Ia juga menyebut proses penerimaan kerja ataupun PHK merupakan hal yang lazim di industri. Ada saatnya orang bisa mendapatkan pekerjaan, tetapi di sisi lain ada pula yang kehilangan pekerjaan karena berbagai alasan. (Ant/Medcom/E-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More