Senin 24 Juni 2019, 23:00 WIB

Daerah Tetapkan Siaga Darurat Kekeringan

Liliek Dharmawan | Nusantara
Daerah Tetapkan Siaga Darurat Kekeringan

ANTARA FOTO/Nurul Ramadhan
Warga mengambil air dari sumber mata air di tengah hutan

 

BADAN Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banyumas, Jawa Tengah, sedang memproses penetapan siaga darurat bencana keke-ringan. Sejumlah desa di sana sudah mengalami krisis air bersih. Dengan penetapan siaga darurat kekeringan, penanganan krisis air bersih bakal lebih optimal.

Kepala Pelaksana Harian BPBD Banyumas Ariono Poerwanto mengatakan pihaknya tengah memproses status siaga darurat bencana ke bupati.

“Nantinya, Pak Bupati akan membuat surat keputusan (SK) siaga darurat kekeringan. Kami juga telah mengalokasikan anggaran untuk menyuplai kebutuhan air bersih dengan penyiapan 1.450 tangki air bersih,” jelas Ariono, Senin (24/6).

Hingga kini sudah ada 10 desa yang tersebar di 9 kecamatan meminta suplai air bersih. Sembilan kecamatan itu yakni Sumpiuh, Rawalo, Jatilawang, Patikraja, Purwojati, Karanglewas, Kalibagor, Rawalo dan Cilongok. “Untuk hari ini (Senin) jadwalnya menyuplai air bersih di Desa Kediri, Kecamatan Karanglewas,” ujarnya.

Adapun, kabupaten tetangga yakni Pemkab Kebumen telah menetapkan siaga darurat kekeringan. Pemkab melalui BPBD Kebumen menyiapkan 1.450 tangki air bersih untuk menyuplai kebutuhan masyarakat selama kemarau.

Kepala Pelaksana Harian BPBD Kebumen Eko Widianto mengatakan penetapan siaga darurat kekeringan telah dilaksanakan sejak awal Juni lalu. Namun, sampai sekarang masih minim daerah yang meminta pasokan air bersih. “Tercatat baru ada sejumlah desa di Kecamatan Kutowi-nangun dan Pejagoan yang mengajukan permintaan air bersih.”

Kesiapsiagaan menghadapi kemarau dan potensi kekeringan tahun ini juga disampaikan Gubernur DI Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwono X, kemarin. Dia mengimbau masyarakat tidak terlalu khawatir dalam menghadapi kekeringan.

“Pemda sudah menyiapkan antipasi termasuk anggaran untuk kekeringan,” kata Sultan di Kantor Gubernur DI Yogyakarta. Setiap kabupaten/kota, kata Sultan, pasti memiliki pos anggaran untuk darurat kekeringan. Begitu kekeringan terjadi, pos anggaran tersebut bisa langsung digunakan.

Sebelumnya, Kepala Pelaksana BPBD DIY, Biwara Yuswantana juga mengatakan wilayah rawan di DIY yakni yang ada di daerah perbukit-an, seperti di Imogiri, Bantul, Kabupaten Gunungkidul sisi selatan, dan di Kulonprogo, seperti Kokap dan Girimulyo. Menurut dia, kabupaten dan kota sudah mempersiapkan diri termasuk cara penanganan kekeringan yang berpedoman pada kejadian tahun sebelumnya.

Tanam palawija
Sebagai upaya antisipasi kondisi kekeringan di beberapa wilayah di Nusa Tenggara Timur, Dinas Pertanian Kabupaten Manggarai Barat meminta para petani di sana untuk menanam palawija. Beberapa ­tanaman yang dianjurkan yakni terung atau semangka yang ­diharapkan dapat menjadi pemasukan ­tambahan bagi petani.

“Dinas Pertanian telah menerapkan pola tanam palawija di lebih 50 ha milik petani,” ujar Kepala Dinas Pertanian Anggalinus Gapul.

Ditambahkan, para petugas penyuluh pertanain tetap membantu proses mulai dari tanam hingga pengawasan hama agar mampu menghasilkan produksi palawija yang melimpah.(AT/AD/JL/YK/N-1)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More