Senin 24 Juni 2019, 23:40 WIB

Perahu Pagang Tumpuan Hidup Nelayan Sukabumi

(Benny Bastiandy/N-1) | Nusantara
Perahu Pagang Tumpuan Hidup Nelayan Sukabumi

MI/BENNY BASTIANDY
Perahu pagang berbahan dasar bambu tua yang nanti digunakan nelayan mencari ikan di kawasan perairan.

 

TERIK matahari cukup menyengat siang itu. Namun, tidak bagi Muhammad Yani, 44, warga Kampung Rawakalong, Kecamatan Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, itu asyik merangkai bilah-bilah bambu di pesisir Pantai Rawakalong ditemani suara deburan ombak.

Yani merupakan nelayan sekaligus pembuat perahu pagang. Pagang merupakan jenis perahu penangkap ikan yang terbuat dari bambu. Untuk menguatkan konstruksinya, bambu-bambu yang didesain mirip rumah itu, diikat kuat dengan tali tambang.

Pagang biasanya digunakan untuk mencari ikan di tengah laut. Sebagai penambatnya, digunakan juga drum dan jangkar agar tak terbawa ombak. “Sudah hampir selesai perahunya,” kata Yani membuka pembicaraan, belum lama ini.

Saat ditemui, Yani sedang menggergaji bilah-bilah bambu yang sudah direkatkan menggunakan tali tambang. “Bahan dasar perahu pagang ini memang harus dari bambu,” tuturnya.

Pun bambu yang digunakan harus yang sudah tua supaya lebih kuat saat dibasahi air laut. Rata-rata usia perahu pagang hampir 3 tahun. “Kalau bambunya muda hanya bisa bertahan 6 bulan,” ujarnya.

Yani menggeluti pembuatan perahu pagang sudah hampir 15 tahun. “Saya jarang menjual. Paling bikin untuk dipakai sendiri,” ucapnya.

Desain perahu pagang dibuat senyaman mungkin. Bagian dalamnya didesain seperti di dalam rumah karena saat melaut kadang harus berhari-hari. “Ada ruangan untuk tidur, salat, dan lainnya,” kata dia.

Perahu yang sedang dibuatnya sekarang berukuran sekitar 12 meter persegi. Yani butuh hampir 12 ribu bilah bambu. Proses pembuatannya memakan waktu sekitar 10 hari dengan melibatkan enam pekerja. Biaya yang dibutuhkan sekitar Rp30 juta.

Jumlah nelayan seperti Yani di Sukabumi mencapai sekitar 9.800 orang. Mayoritas merupakan nelayan tradisional yang mencari ikan menggunakan kapal berkapasitas di bawah 5 GT. “Kebanyakan nelayan di sini masih tradisional. Mereka mencari ikan hanya beberapa mil dari bibir pantai. Tak sampai ke tengah lautan,” kata Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Sukabumi, Abdul Kodir.

Tangkapan ikan para nelayan di Sukabumi rata-rata 9 hingga 10 ribu ton. Saat produksi paceklik, tak sedikit nelayan berpindah mencari lokasi lain di luar daerah atau biasa disebut andon. “Produksi ikan laut dari Sukabumi masih seputar cakalang, layur, dan tongkol,” pungkasnya.(Benny Bastiandy/N-1)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More