Senin 24 Juni 2019, 16:25 WIB

Pemilihan Dirjen FAO, Tiongkok Kalahkan Calon Asal Prancis

mediaindonesia.com | Advertorial
Pemilihan Dirjen FAO, Tiongkok Kalahkan Calon Asal Prancis

Dok Kementan
Pelaksana tugas Sekretaris Jenderal Kementerian Pertanian Momon Rusmono

WAKIL Menteri Pertanian Republik Rakyat Tiongkok Qu Dongyu terpilih sebagai Direktur Jenderal (DG) Food and Agriculture Organisation (FAO) periode 2019 - 2023 memberikan semangat tersendiri bagi Indonesia untuk lebih berkontribusi dalam mewujudkan kesejahteraan petani dan ketahanan pangan dunia.

Qu Dongyu merupakan orang Asia kedua yang berhasil menempati posisi tinggi di FAO atau Badan PBB yang bertanggung jawab atas pangan dan pertanian dunia.

Pelaksana tugas Sekretaris Jenderal Kementerian Pertanian Momon Rusmono mengucapkan selamat kepada Qu Dongyu. Selain mewakili kawasan Asia, Tiongkok sebagai negara asal Qu Dongyu, memiliki kesamaan karakteristik dengan Indonesia sebagai negara berkembang dan berbasis pertanian. Kesamaan tersebut diharapkan dapat berimplikasi pada peningkatan kerja sama dan dukungan terhadap pembangunan pertanian Indonesia.

"Pemilihan DG FAO yang baru diharapkan dapat memperkuat dukungan dan harmonisasi program FAO melalui Kantor Regional dalam mengatasi isu ketahanan pangan nasional negara anggota serta fasilitasi upaya global dalam mengatasi tantangan akses pasar untuk komoditas pertanian negara berkembang," ungkap Momon dalam pertemuan Kelompok Negara Asia sebelum pemilihan Dirjen FAO berlangsung di Kantor Pusat FAO, Roma.

Baca juga: Rumah Pangan Lestari Harus Berkelanjutan

Dalam pertemuan empat tahunan tersebut, Qo Dongyu resmi menggantikan Graziano da Silva (Dirjen FAO Periode 2012-2019), setelah mengalahkan kandidat dari Prancis dan Georgia dengan mendapatkan 108 suara dari 192 Negara Anggota FAO yang hadir.

Pria yang menjadi Wakil Menteri sejak 2015 ini, menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah memberikan dukungan dalam proses pemilihan.

Dalam sambutan kemenangannya, Qu Dongyu menyatakan akan selalu berkomitmen untuk menjalankan mandat organisasi dan membantu negara anggota dalam meningkatkan kesejahteraan petani dan pembangunan sektor pertanian.

Komitmen tersebut, ungkap Momon, diharapkan dapat menambah dukungan FAO dalam membantu Indonesia mencapai agenda Sustainable Development Goals (SDGs). SDGs merupakan Agenda Tujuan Pembangunan Berkelanjutan yang disepakati dan disahkan oleh para pemimpin dunia pada 2015 sebagai rencana aksi global hingga 2030 guna mengakhiri kemiskinan, megurangi kesenjangan dan melindungi lingkungan. (RO/X-15)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More