Minggu 23 Juni 2019, 21:20 WIB

Papua Barat Bidik Ekspor Kakao Ransiki ke Amerika Serikat

SAW | Ekonomi
Papua Barat Bidik Ekspor Kakao Ransiki ke Amerika Serikat

ANTARA FOTO/Wahdi Septiawan
Warga menunjukkan biji kakao saat proses penjemuran

 

PEMERINTAH Provinsi (Pemprov) Papua Barat mengubah strategi kakao Ransiki Kabupaten Manokwari Selatan, dengan memprioritaskan pencarian dan pengembangan pasar baru kemudian menggenjot produksi.
 
"Kami mencoba untuk menggunakan pola pendekatan baru. Kalau dulu dimulai dari hulu, dengan memperbaiki produksi namun akhirnya masyarakat bingung mau menjual biji kakao ke mana. Sekarang kami mencari pasar dulu, baru selanjutnya kami mundur untuk memacu produksi," kata Kepala Balai Penelitian dan Pengembangan Papua Barat, Charlie Heatubun di Manokwari dikutip dari Antara, Minggu, 23 Juni 2019.
 
Ia mengemukakan Manokwari Selatan memiliki potensi kakao luar biasa. Ribuan hektare perkebunan kakao di daerah tersebut siap memasok kebutuhan ekspor. Pada kunjungan Gubernur Dominggus Mandacan ke Los Angeles, California, Amerika Serikat beberapa waktu lalu produk kakao Ransiki dibawa untuk ditawarkan.

"Kita patut bangga karena kakao Ransiki ini berkualitas premium dan peluang pasarnya cukup besar," kata Charlie.
 
Ia menjelaskan kakao merupakan salah satu komoditas yang didorong pengembangannya pada program pembangunan berkelanjutan Papua Barat. Saat berkunjung ke Los Angeles tersebut, Gubernur pun melakukan pertemuan dengan beberapa mitra yang siap mendukung pengembangan kakao Ransiki.
 
"Konsep dasarnya adalah pembangunan berkelanjutan, ini sebagai tindak lanjut atas penetapan Papua Barat sebagai provinsi konservasi. Investasi hijau adalah bagian dari program yang akan dilaksanakan di Papua Barat," katanya lagi.
 
Selain kakao Ransiki, lanjut Charlie, pemprov pun akan mendorong pengembangan kopi di Pegunungan Arfak, Pala Fakfak, vanili, mangrove, rumput laut serta komoditas pertanian, perkebunan, kelautan dan perikanan lainya.
 
"Masih banyak komoditas unggulan lain yang bisa kita dorong untuk menembus pasar ekspor. Pemprov Papua Barat bersungguh-sungguh untuk memacu perekonomian masyarakat melalui program ekonomi hijau," sebut Charlie.
 
Ia berharap masyarakat adat di seluruh wilayah Papua Barat siap menyambut dan terlibat lebih aktif dalam investasi hijau.
23 Juni 2019 17:00

Manokwari: Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Barat mengubah strategi kakao Ransiki Kabupaten Manokwari Selatan, dengan memprioritaskan pencarian dan pengembangan pasar baru kemudian menggenjot produksi.
 
"Kami mencoba untuk menggunakan pola pendekatan baru. Kalau dulu dimulai dari hulu, dengan memperbaiki produksi namun akhirnya masyarakat bingung mau menjual biji kakao ke mana. Sekarang kami mencari pasar dulu, baru selanjutnya kami mundur untuk memacu produksi," kata Kepala Balai Penelitian dan Pengembangan Papua Barat, Charlie Heatubun di Manokwari dikutip dari Antara, Minggu, 23 Juni 2019.
 
Ia mengemukakan Manokwari Selatan memiliki potensi kakao luar biasa. Ribuan hektare perkebunan kakao di daerah tersebut siap memasok kebutuhan ekspor. Pada kunjungan Gubernur Dominggus Mandacan ke Los Angeles, California, Amerika Serikat beberapa waktu lalu produk kakao Ransiki dibawa untuk ditawarkan.

"Kita patut bangga karena kakao Ransiki ini berkualitas premium dan peluang pasarnya cukup besar," kata Charlie.
 
Ia menjelaskan kakao merupakan salah satu komoditas yang didorong pengembangannya pada program pembangunan berkelanjutan Papua Barat. Saat berkunjung ke Los Angeles tersebut, Gubernur pun melakukan pertemuan dengan beberapa mitra yang siap mendukung pengembangan kakao Ransiki.
 
"Konsep dasarnya adalah pembangunan berkelanjutan, ini sebagai tindak lanjut atas penetapan Papua Barat sebagai provinsi konservasi. Investasi hijau adalah bagian dari program yang akan dilaksanakan di Papua Barat," katanya lagi.
 
Selain kakao Ransiki, lanjut Charlie, pemprov pun akan mendorong pengembangan kopi di Pegunungan Arfak, Pala Fakfak, vanili, mangrove, rumput laut serta komoditas pertanian, perkebunan, kelautan dan perikanan lainya.
 
"Masih banyak komoditas unggulan lain yang bisa kita dorong untuk menembus pasar ekspor. Pemprov Papua Barat bersungguh-sungguh untuk memacu perekonomian masyarakat melalui program ekonomi hijau," sebut Charlie.
 
Ia berharap masyarakat adat di seluruh wilayah Papua Barat siap menyambut dan terlibat lebih aktif dalam investasi hijau.(medcom/OL-9)
 

Baca Juga

DOK KEMENTAN

Kementan Beri Subsidi Distribusi untuk Jaga Pasokan Pangan

👤mediaindonesia.com 🕔Jumat 10 April 2020, 16:53 WIB
Kepala Badan Ketahanan Pangan, Agung Hendriadi mengatakan, ketahanan pangan harus dijaga baik dari aspek ketersediaan maupun...
DOK KEMENTAN

Kabupaten Semarang Rayakan Puncak Panen Raya Padi April-Mei 2020

👤mediaindonesia.com 🕔Jumat 10 April 2020, 16:48 WIB
Kabupaten Semarang sebagai salah satu lumbung padi di Provinsi Jawa Tengah terus melakukan kegiatan panen padi dengan puncak panen pada...
Ilustrasi

Dampak Korona, Banyak Perusahaan Bertahan 1-3 Bulan Kedepan

👤Despian Nurhidayat 🕔Jumat 10 April 2020, 16:07 WIB
Arus kas ada yang satu bulan sampai dengan tiga bulan kedepan, lebih dari itu mereka harus cari stand by...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya