Minggu 23 Juni 2019, 08:00 WIB

Ratusan Senjata Diamankan di Perbatasan

Insi Nantika Jelita | Nusantara
Ratusan Senjata Diamankan di Perbatasan

Dok. Yonif 741
Para jurnalis mendapat penjelasan terkait dengan ratusan senjata sitaan di Mako Satgas Pamtas RI-RDTL Sektor Barat, NTT, Jumat (21/6).

 

PATROLI keamanan di sepanjang garis batas perbatasan Republik Indonesia-Republik Demokratik Timor Leste (RDTL) sektor barat dilakukan secara intens oleh Satgas Pamtas RI-RDTL Yonif Mekanis 741 Garuda Nusantara. Hal itu disampaikan oleh Dansatgas Pamtas RI-RDTL Sektor Barat, Mayor (Inf) Hendra Saputra.

''Kita yang menentukan sendiri (waktu patroli). Penyelundupan barang masih intens ditemukan," ujarnya di Mako Satgas, Eban, Kabupaten Timor Tengah Utara, NTT, (21/6).

Menurutnya, patroli tersebut dapat mengamankan wilayah perbatasan dari terjadinya pelanggaran, seperti penyelundupan, kejahatan transinternasional, pelintas batas ilegal, penyerobotan wilayah RI oleh negara tetangga.

Satgas Pamtas RI-RDTL Yonif Mekanis 741 Garuda Nusantara Sektor Barat juga melakukan pencegahan pelanggaran perbatasan seperti mencegah setiap kegiatan ilegal di perbatasan, melaksanakan koordinasi dengan UPF (Unidade Patrulhamento Fronteira) dan melaksanakan pembinaan teritorial di wilayah perbatasan

"Saya mengapresiasi Satgas Pamtas 741 ini dalam menjaga teritorial. Mereka sudah beroperasi selama 8 bulan. Banyak kegiatan mereka yang juga menyentuh hati masyarakat di NTT. Tentu ini baik sekali rasa bela negara yang tinggi, khususnya perbatasan wilayah RI dan Timor Leste," ucap Dandim 1618/Timor Tengah Utara Letkol Arm Roni Junaidi.

Tim Dispenad yang dipimpin oleh Kolonel Inf Paiman beserta rombongan melihat langsung barang bukti yang di-amankan di Mako Satgas Pantas RI-RDTL Sektor Barat, NTT. Dari 102 senjata pucuk, ada 93 senjata pucuk laras panjang yang berhasil diamankan. Paling banyak ialah jenis senjata Springfield. Untuk senjata pucuk laras pendek berhasil diamankan sebanyak tiga pucuk.

Selain itu, barang lain yang berhasil digagalkan penyelundupannya ialah BBM sebanyak 2.540 liter, amunisi 1.607 butir, mobil 4 unit, dan miras jenis sofi sebanyak 445 liter.

"Yang ilakukan satgas ini patut diapresiasi dan diketahui oleh seluruh masyarakat Indonesia tentang bagaimana keberhasilannya. Hal ini diharapkan diikuti oleh satgas lainnya," jelas Paiman. (Ins/P-1)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More