Sabtu 22 Juni 2019, 21:40 WIB

Anies Minta Masyarakat Ibu Kota Ubah Pola Pikir

Marcheilla Ariesta | Megapolitan
Anies Minta Masyarakat Ibu Kota Ubah Pola Pikir

Foto: Medcom.id/ Marcheilla Ariesta.
erayaan HUT ke-492 DKI Jakarta di Bundaran HI, Jakarta Pusat. Foto: Medcom.id/ Marcheilla Ariesta.

 

GUBERNUR DKI Jakarta Anies Baswedan membuka perayaan ulang tahun ibu kota yang ke-492. Dalam sambutannya, dia mengatakan wajah baru Jakarta bukan mengenai fisiknya, namun pola pikir masyarakatnya.
 
"Yang kita bayangkan, wajah baru Jakarta adalah mengenai keadilan, kebijakan, bukan sekadar merayakan saja," kata dia di Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta, Sabtu, 22 Juni 2019.
 
Dia menambahkan masyarakat juga harus bekerja sama untuk melestarikan ibu kota. Menurut dia, pembangunan ibu kota ditujukan untuk kesejahteraan masyarakat.

"Wajah baru Jakarta semoga memberi kebahagiaan bagi generasi kini dan yang akan datang, mendorong keadilan dan kebijakan yang terinspirasi dari masyarakat," imbuhnya.
 

Baca juga: Anies Dinilai Hanya Memodifikasi Program Gubernur Terdahulu


Dia menambahkan pembangunan infrastruktur di Jakarta ditujukan untuk menyetarakan seluruh masyarakat. Menurut dia, dibangunnya Mass Rapid Transit (MRT) merupakan salah satu penyetaraan seluruh warga Jakarta.
 
Selain itu, pembangunan taman dan fasilitas publik juga ditujukan bagi kebahagiaan masyarakat.
 
Perayaan ulang tahun Jakarta digelar di Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta Pusat. Ribuan warga Jakarta memenuhi jalanan sekitar Jalan Jenderal Sudirman hingga Jalan MH Thamrin.
 
Perayaan ini dimeriahkan oleh artis-artis ibu kota, seperti Kotak Band, Wali Band, dan penyanyi Hussen Alatas, serta vokalis Ungu Pasha yang kini menjabat Wakil Wali Kota Palu.
 
Selain itu, para duta besar negara sahabat juga hadir, seperti di antaranya Duta Besar Amerika Serikat Joseph Donovan, Duta Besar Rusia Lyudmila Vorobieva, dan lainnya juga turut menghadiri perayaan HUT ke-492 DKI Jakarta. (Medcom/OL-1)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More