Sabtu 22 Juni 2019, 17:23 WIB

102 Pucuk Senjata Diamankan di Perbatasan dengan Timor Leste

Insi Nantika Jelita | Politik dan Hukum
102 Pucuk Senjata Diamankan di Perbatasan dengan Timor Leste

Ist
Sejumlah senjata yang berhasil diamankan Satgas Pamtas Republik Indonesia-Republik Demokratik Timor Leste Yonif Mekanis 741 Garuda Nusantara

 

KEBERADAAN aparat keamanan di wilayah perbatasan yang tergabung dalam Satgas Pamtas Republik Indonesia –Republik Demokratik Timor Leste Yonif Mekanis 741 Garuda Nusantara Sektor Barat mengamankan sejumlah senjata dari masyarakat.

"Ada 102 pucuk senjata yang berhasil diamankan. Sebagian merupakan hasil penyerahan secara sukarela dari masyarakat," ungkapDansatgas Pamtas RI-RDTL Yonif Mekanis 741/GN Mayor Inf Hendra Saputra di Mako Satgas,Eban, Kabupaten Timor Tengah Utara, Nusa Tenggara Timur (NTT), Jumat (21/6).

Dari 102 senjata itu terdiri dari 96 pucuk senjata standar dan 6 pucuk senjata rakitan. Adapun senjata standar itu terdiri dari 93 pucuk senjata laras panjang dan tiga pucuk senjata laras pendek.

Selain itu, barang lain yang berhasil digagalkan penyelundupannya ialah BBM. "Kami berhasil menggagalkan penyelundupan berupa BBM Sebanyak 2.540 liter. Rinciannya itu bensin 1.375 liter, solar 945 liter, dan minyak tanah 240 liter," ujar Hendra.

Barang lainya yang diamankan berupa munisi, bahan ledak berupa granat bahkan hingga ke barang layak pakai namun ilegal juga diamankan oleh Satgas Yonif Mekanis 741/GN Sektor Barat.

Hendra kemudian menuturkan selama 8 bulan pihaknya beroperasi telah melaksanakan operasi pengamanan perbatasan wilayah darat mulai 21 November 2018 hingga akhir Juni 2019. Diketahui, wilayah tugas dari Satgas Pamtas RI-RDTL Sektor Barat Yonif Mekanis 741/GN membawahi tiga kabupaten yakni, Kabupaten TTU, Kupang dan Malaka.

"Ini semua kita lakukan demi menegakkan kedaulatan NKRI dan melindungi segenap bangsa di wilayah perbatasan darat RI-RDTL. Disinilah kita bisa melihat para prajurit berhasil menunjukan giat mereka dengan baik," tandas Hendra. (OL-4)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More