Jumat 21 Juni 2019, 18:05 WIB

Eksis Di Medsos? Sudah Amankah Anda?

Thalatie K Yani | Weekend
Eksis Di Medsos? Sudah Amankah Anda?

123rf
Jangan terlalu banyak membagi data pribadi. Saatnya untuk aman bermedia sosial.

Media sosial menjadi wadah eksistensi netizen. Sayangnya tanpa disadari kita banyak mengekspose privasi di media sosial. Seperti detail lokasi, tempat hiburan, atau data pribadi yang rentan digunakan penjahat siber.

Berdasarkan survei yang dilakukan perusahan keamanan siber, Eset, 79% responden melakukan pemeriksaan sebelum ngobrol dengan orang asing. Namun 21% responden tidak melakukan pengecekan, sehingga rentan menghadapi kasus pencurian identitas.

Lebih buruk lagi, 31% responden mengaku berbagi informasi pribadi dengan orang asing di media sosial. Sehingga rentan akan kejahatan siber. Sehingga perlu edukasi kepada mereka akan ancaman kejahatan itu.

Berdasarkan survei itu terungkap sebanyak 67% pengguna media sosial di Asia Pasifik menggunakan ponsel pintar.

Selain itu, 68% responden menghabiskan lebih dari tiga jam sehari di internet, serta 10% menghabiskan 10 jam sehari. Mayoritas responden di semua negara atau 64% ke atas, kecuali Thailand (45%) mengaku berselancar di dunia maya hingga enam jam sehari. Sementara di Indonesia, sebanyak 50% menghabiskan waktu 3 jam atau kurang dalam sehari dan 46% menghabiskan 4-6 jam sehari.

Angka itu tidak jauh dari hasil survei Forbes, yang mengatakan pengguna Indonesia menghabiskan 206 menit sehari di media sosial dibandingkan rata-rata global yaitu 124 menit. Berdasarkan survei itu di Indonesia platform yang digunakan ialah Youtube, Whatsapp, dan Facebook.

Di samping itu kebanyakan responden menggunakan kata sandi yang sama untuk multiplatform. Sekitar 48% responden menggunakan kata sandi serupa di seluruh platform. Terutama, 70% responden dari Hong Kong mengaku mereka menggunakan kata sandi yang serupa di seluruh platform.

Idealnya setiap platform menggunakan kata sandi berbeda. Sehingga peretas tidak mudah mengakses paltform anda.

“Dengan peningkatan akses internet, orang menghabiskan lebih banyak waktu daring. Tapi sangat mengkhawatirkan melihat banyak pengguna internet di wilayah APAC masih ada yang berbagi informasi secara sukarela pada orang asing. Belum lagi masalah yang sama yang selalu terjadi berulang-ulang dari tahun ke tahun, yaitu praktik penggunaan kata sandi yang sama pada setiap akun media sosial atau finansial,” ungkap Yudhi Kukuh IT Security Consultant PT Prosperita – ESET Indonesia dalam siaran pers yang diterima Media Indonesia, hari ini.

Di Indonesia, 54% pengguna media sosial menggunakan kata sandi unik di seluruh akun dan platform daring. Hasil survei itu menunjukan mereka sadar akan ancaman kejahatan siber. (M-3)

Baca juga : Traveloka Ajak Bepergian Mudah dengan Traveloka Xperience

 

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More