Jumat 21 Juni 2019, 16:54 WIB

Maskapai Siap Turunkan Harga Tiket Hingga 50%

Andhika Prasetyo | Ekonomi
Maskapai Siap Turunkan Harga Tiket Hingga 50%

ANTARA FOTO/Jessica Helena Wuysang
Pesawat Lion Air

 

LION Group memastikan akan mengikuti instruksi pemerintah untuk segera menurunkan harga tiket pesawat terbang pada jaringan domestik kategori maskapai layanan minimum (low cost carrier/LCC).

Corporate Communications Strategic Lion Group Danang Mandara Prihantoro mengungkapkan, untuk saat ini, upaya yang dilakukan ialah dengan memberikan potongan harga hingga maksimal 50% untuk rute-rute dan waktu-waktu tertentu.

Beberapa rute yang mendapatkan potongan harga ialah Jakarta-Semarang, Jakarta-Surabaya, Jakarta-Medan, Jakarta-Makassar dan Jakarta-Jayapura.

Namun, harga setelah potongan 50% itu belum termasuk tarif bagasi, pelayanan jasa penumpang udara (passenger service charges/ PSC), pajak pertambahan nilai (PPN) dan biaya asuransi (Iuran Wajib Jasa Raharja/IWJR).

"Untuk bisa mendapatkan tiket dengan harga promo, calon penumpang harus melakukan pembelian paling lambat 10 hari sebelum keberangkatan," ujar Danang melalui keterangan resmi, Jumat (21/6).

Baca juga: Harga Tiket Pesawat LCC Domestik Diturunkan

Ia mengatakan pihaknya saat ini masih dalam proses persiapan penyesuaian harga tiket pesawat seperti yang diminta pemerintah, tentunya terlepas dari kebijakan promo sebagaimana yang tengah diterapkan saat ini.

Adapun, maskapai lainnya yakni AirAsia mengaku tidak keberatan dengan keputusan pemerintah yang menghendaki adanya penurunan harga tiket angkutan udara.

Ia menyebut, selama ini, pihaknya telah menyediakan jasa penerbangan dengan harga yang sangat kompetitif dan tetap mengedepankan keamanan dan keselamatan penumpang.

"Harga kami sudah sangat terjangkau ke berbagai rute. Kalau promo malah selalu ada," tutur Chief Executive Officer AirAsia Dendy Kurniawan.(OL-4)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More