Kamis 20 Juni 2019, 22:50 WIB

Diguyur Hujan Deras, Samarinda kembali Banjir

Antara | Nusantara
Diguyur Hujan Deras, Samarinda kembali Banjir

ANTARA FOTO/Kirana Larasati
Seorang anak menarik ban yang ditumpangi kakaknya di kawasan Jalan A Yani yang terendam banjir di Samarinda

 

HUJAN deras yang mengguyur Kota Samarinda, Kalimantan Timur, pada Kamis (20/6), menyebabkan sejumlah wilayah di ibu kota Provinsi Kalimantan Timur tersebut kembali mengalami banjir.    

Di sejumlah kawasan seperti Jalan Dr Sutomo, Samarinda, ketinggian air mencapai 40 sentimeter, dan sudah mulai masuk ke permukiman warga, khususnya yang tinggal di dalam gang.

Warga sudah mulai memindahkan kendaraan baik roda dua maupun roda empat dan barang berharga lain ke tempat yang lebih aman, mengingat ketika terjadi musibah banjir kemarin, ketinggian air mencapai lebih dari 70 cm, atau seukuran dada orang dewasa.   

"Kami pindahkan barang ke tempat keluarga, khawatir air akan naik lagi karena saat ini air sungai juga tengah pasang," kata Mubarokah warga Jalan Dr Sutomo, Kelurahan Sidodadi, Samarinda.  

Ia mengatakan saat terjadi musibah banjir sejak Minggu (9/6), dia tidak sempat menyelamatkan semua perabotan rumah, seperti kursi dan lemari, dan hanya mengamankan motornya ke tempat keluarga yang terbebas dari banjir.  


Baca juga: Fenomena Embun Upas di TNBTS belum Berdampak Negatif


"Dua hari yang lalu kami sudah bersih-bersih rumah, karena air sudah surut, dan sekarang terpaksa kita pindah lagi barang karena air mulai naik," katanya.

Genangan air juga terjadi di kawasanJalan Pemuda, Jalan Ahmad Yani, simpang empat mal Lembuswana yang sebelumnya sudah mulai surut setelah banjir sebelumnya.

Sejumlah titik lokasi banjir yang belum sempat surut, seperti permukiman warga di Griya Mukti, Perumahan Bengkuring, ketinggian
air bertambah naik dan kembali menutupi ruas jalan utama di permukiman tersebut, dan juga merambah masuk ke rumah-rumah warga sekitar.   

Kapolsek Sungai Pinang, Kompol Nono Rusmana, sempat mengimbau warga Samarinda yang akan berangkat naik pesawat melalui Bandara Aji Pangeran Tumenggung Pranoto, untuk lebih awal menuju Bandara tersebut minimal satu jam atau lebih, mengingat Jalan Di Panjaitan yang menjadi akses utama sudah mulai tergenang air. (OL-1)

 

 

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More