Kamis 20 Juni 2019, 22:20 WIB

Mahfud Nilai Bukti Kubu 02 masih Mentah

Desi Angriani | Politik dan Hukum
Mahfud Nilai Bukti Kubu 02 masih Mentah

Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD
ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja

 

MANTAN Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD menilai bukti yang dihadirkan kubu calon Presiden dan Wakil Presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, dalam sidang Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) Pemilu Presiden 2019 masih mentah. Bukti yang dihadirkan juga tidak kredibel.
 
"Kalau sampai dengan tadi malam itu mentah," ujar Mahfud di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (20/6).
 
Mahfud menegaskan digital forensik bukan bukti yang akurat. Kredibilitasnya tidak bisa dipertanggungjawabkan karena tidak didukung bukti fisik berupa formulir dan Tempat Pemungutan Suara (TPS).

"Hukum itu perlu bukti, kalau dia katakan dapat 52 juta, karena ada perubahan di sini, di sini, di mana itu? Tunjukkan. Formulir nomor berapa, TPS berapa, bedanya berapa. Kalau itu (dgital forensik) tidak bisa secara hukum, secara ilmiah bisa," imbuh dia.
 
Saat menjabat Ketua MK, Mahfud mengaku kerap mengadili kasus KTP palsu dan KTP ganda dalam sengketa Pilkada dan Pileg. Dalam sidang tersebut, Mahfud bisa membuktikan tuduhan KTP palsu akibat indentitas pemilih yang lahir pada tanggal dan tahun yang sama mencapai puluhan ribu.


Baca juga: KPU Optimistis Tangkal Tuduhan Tim Prabowo

 
Rupanya hal tersebut terjadi akibat kekeliruan sistem teknologi informasi (TI). Pemilih yang mendaftar pada waktu dan hari yang sama mengikuti tanggal kelahiran pemilih yang berada paling atas. Karena itu, Mahfud meyakini kesamaan identitas para pemilih yang mencapai jutaan orang bisa terjadi akibat kesalahan sistem TI.
 
"Setiap orang yang mendaftar pada hari yang sama itu tanggal kelahirannya itu ikut yang di atas semua secara otomatis, sehingga banyak. Itu bukan rekayasa, teknologi itu. Sistemnya yang keliru, tapi tidak ada rekayasanya. Itu dulu yang saya buktikan," pungkas dia.
 
Mahkamah Konstitusi (MK) baru menyelesaikan sidang ketiga PHPU Pilpres 2019. Agenda sidang mendengarkan keterangan saksi ahli dari termohon atau KPU.
 
Sidang ditunda hingga Jumat (21/6) besok. Agenda sidang yakni pembuktian dari pihak terkait atau kubu paslon nomor urut 01, Joko Widodo-Ma'ruf Amin. (Medcom/OL-1)
 

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More