Kamis 20 Juni 2019, 22:40 WIB

Pemerintah Kaji PPh Badan Turun 5%

(Nur/E-2) | Ekonomi
Pemerintah Kaji PPh Badan Turun 5%

ANTARA FOTO/ ICom/AM IMF-WBG//Nyoman Budhiana
Kepala Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan Suahasil Nazara

 

PEMERINTAH mempertimbangkan penurunan pajak penghasilan (PPh) badan dari 25% menjadi 20%. Saat ini Kementerian Keuangan masih menghitung dampak dari penurunan pajak tersebut jika diimplementasikan kelak.

“Exercise selalu kita lakukan. Jadi, untuk semua alternatif, kita explore, termasuk penghitungan estimasi seberapa besar dampaknya. Ini kita exercise terus. Kita juga melihat bagaimana kondisi tahun ini, tahun depan, kapan itu akan dilaksanakan. Ini masih terus dipikirkan,” kata Kepala Badan Kebijakan Fiskal Suahasil Nazara saat ditemui di Kompleks Parlemen Senayan Jakarta, Kamis (20/6).

Salah satu kajiannya ialah menghitung besaran turunnya penerimaan negara jika PPh badan diturunkan, kemudian disandingkan dengan pengeluaran negara.

“Yang namanya penerimaan negara, tidak terisolasi sendiri. APBN itu juga ada pengeluaran negara. Itu kita padankan, bukan hanya untuk satu tahun tertentu, tapi juga dalam beberapa tahun ke depan. Nanti kami sampaikan, sebagai suatu hitungan,” jelasnya.

Seusai rapat terbatas di Kantor Kepresidenan, Rabu (19/6) lalu, Menteri Keuangan Sri Mulyani menyampaikan bahwa pihaknya berencana untuk menurunkan PPh badan menjadi 20%. Itu dilakukan untuk menindaklanjuti perintah Presiden Joko Widodo agar pemerintah memfasilitasi dari sisi perpajakan terhadap dunia usaha, tidak hanya sekadar instrumen, tetapi harus bisa diimplementasikan di lapangan.

Tarif PPh badan di Indonesia dinilai masih lebih tinggi jika dibandingkan dengan negara tetangga, seperti Singapura sebesar 17%, Thailand sebesar 20%, Vietnam sebesar 22%, dan Malaysia sebesar 24%. Rencana pemerintah itu langsung disambut positif dunia usaha.

Wakil Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia bidang Hubungan Internasional Shinta Widjaja Kamdani menyambut baik rencana penurunan PPh badan tersebut. “Kami sangat menyambut baik rencana ini,” katanya.

Menurutnya, penurunan pajak badan tersebut akan memberi ruang fiskal yang lebih besar bagi pelaku usaha untuk ekspansi dan juga bisa menggairahkan dunia industri. Ia pun menyarankan sektor-sektor yang memiliki potensi ekspor bernilai tambah tinggi dan menyerap tenaga kerja yang bisa mendapatkan pengurangan pajak badan tersebut. (Nur/E-2)

Baca Juga

MI/Ramdani

Kompak dengan Mata Uang Kawasan, Rupiah Menguat

👤mediaindonesia.com 🕔Selasa 02 Juni 2020, 17:30 WIB
Beragam sentimen yang mendorong penguatan rupiah. Mulai dari gelombang protes di AS, pelonggaran lockdown di sejumlah negara, hingga...
Antara/Arnas Padda

PP Tapera Diteken, ASN Kini Remis Punya Tabungan Perumahan

👤Andhika Prasetyo 🕔Selasa 02 Juni 2020, 17:25 WIB
Adapun, secara teknis, dana yang dipungut berasal dari upah bulanan para peserta...
Antara

Desa Harus Siap Hadapi New Normal

👤M. Iqbal Al Machmudi 🕔Selasa 02 Juni 2020, 17:20 WIB
Desa di setiap daerah harus siap menghadapi adaptasi kenormalan baru atau new normal dengan harapan sesuai budaya disetiap daerah dan...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya