Inovasi Produk Ekstrak Alami, Martha Tilaar Sasar Ekspor

Penulis: (*/E-3) Pada: Kamis, 20 Jun 2019, 22:20 WIB Ekonomi
Inovasi Produk Ekstrak Alami,  Martha Tilaar Sasar Ekspor

MI/ADAM DWI
finalis Miss Indonesia mengunjungi Kantor PT Martina Berto produsen Sariayu Marta Tilaar, di Jakarta

PT Martina Berto Tbk (Martha Tilaar Group) terus melakukan terobosan baru di tengah tingginya persaingan industi kosmetik. Salah satunya menjalin kerja sama dengan distributor internasional Clariant dalam pengembangan dan penjualan produk ekstrak dengan merek dagang Plantasens Berto.

“Memang kami lihat untuk produk lokal dengan kondisi seperti ini kami mesti melakukan inovasi produk dan pasar. Jadi, kami menggabungkan produk ekstrak yang akan ditargetkan untuk pasar luar negeri,” kata Corporate Secretary Martina Berto Desril Muchtar dalam paparan publik di Kawasan Industri Pulo Gadung, Jakarta, kemarin.

Desril menuturkan ada 12 produk ekstrak yang dikembangkan, di antaranya Steenobright ekstrak dari buah manggis, Pomeobright ekstrak buah merah delima, Capsibright ekstrak cabai rawit, Hystobright ekstrak daun jeruk nipis, Gotubright ekstrak tanaman pegagan, Canemoist ekstrak tebu, Guavamoist ekstrak buah jambu biji, Ocimoist ekstrak daun kemangi, dan Orthomoist ekstrak daun kumis kucing. Selain itu, ada dua produk sebagai ekstrak dari beberapa bahan yang dicampur menjadi satu. “Kami berharap produk baru ini dapat segera memasuki pasar internasional,” ujar Desril.

Direktur Utama Martina Berto Bryan David Emil menambahkan tahun ini perseroan berkode emiten MBTO itu optimistis dapat meningkatkan penjualan hingga 15% dari tahun lalu. “Target tahun ini tidak terlalu tinggi, yakni sekitar Rp600 miliar,” ucap dia.

Untuk belanja modal perusahaan di 2019, Direktur Martina Berto Iwan Herwanto menyatakan perseroan menyiapkan anggaran sekitar Rp30 miliar demi pemeliharaan mesin produksi serta kebutuhan penting lainnya. Pada 2018, Martina Berto mencatatkan pendapatan Rp502,52 miliar atau menurun 31,3% dari Rp731,58 miliar pada 2017. Akibat penurunan itu, perusahaan tidak membagikan dividen terlebih dahulu kepada para pemegang saham. (*/E-3)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More