Kamis 20 Juni 2019, 19:20 WIB

PUPR Geber Tiga Bendungan hingga 2021

Denny Parsaulian Sinaga | Nusantara
PUPR Geber Tiga Bendungan hingga 2021

antara
MENTERI Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono

 

MENTERI Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono memaparkan rencana yang akan dijalankan dalam mengatasi banjir di Kabupaten Konawe, Kabupaten Konawe Utara, dan Kota Kendari di masa depan. Rencana itu terbagi dalam dua bagian yaitu pendek dan panjang.

"Kita sudah punya konsep penanganan. Pertama untuk jangka pendek ini, kita akan bangun tanggul-tanggul seperti yg kita lihat di sini," katanya saat mengunjungi Bendungan Wawotobi di Kabupaten Konawe, Kamis (20/6). 

"Kita tangani banjir 2019 ini dengan tanggul-tanggul yang ada di daerah permukiman," jelas Basuki.

Lebih lanjut lagi, Menteri Basuki mengatakan di tahun ini juga akan ditenderkan Bendungan Ameroro. Ini untuk melengkapi Bendungan Ladongi yang sedang dikerjakan dengan progres 50%. Ladongi dapat menampung hingga 40 juta meter kubik air.

"Lahan juga sudah enggak ada masalah. Itu akan kita selesaikan pada 2019 sebagai bagian dari 29 bendungan baru target kami (PUPR)," tambah Basuki.

Sebagai target jangka panjang, PUPR akan membangun bendungan yang lebih besar lagi pada 2020. "Ada sekitar 1,2 miliar meter kubik yaitu Bendungan Pelosika di sungai utama ini. Mudah-mudahan sudah kita tender tahun ini," ujar Basuki.

"Kalau tiga bendungan ini sudah selesai, agak ringan kita mengatasi banjir ini. Sehingga tanggul-tanggul ini tidak terlalu masif kita perlukan lagi," janji Basuki. "Tapi tetap kita perlu tanggul. Itukan jalan sudah di bawah sungai. Itu perlu tanggul."

Pada kesempatan itu Menteri Basuki juga memint agar masyarakat tidak membangun rumah di atas sungai. Karena itu bisa mengganggu pembangunan tanggul.

"Tapi masyarakat juga harus bekerja sama dengan baik karena rumah masyarakat tadi saya liat (dibangun) di sungai. Bukan di bantaran justru malah di sungai. Jadi harus naik sedikit, supaya kita bikin tanggulnya. Itu untuk penanganan banjir. Jadi menurut saya penanganan banjir ini konsepnya sudah kita kuasai," ungkap Basuki lebih lanjut.

Mentrri Basuki berharap dengan bantuan mitra Komisi V DPR RI, semua target bisa dicapai. "Mudah-mudahan tahun ini sudah bisa kita tender langsung karena kerangkanya sudah ada. Nanti Pak Dirjen akan melakukan desain and build sehingga bisa lebih cepat yang Ameroro ini," terang Basuki.

Di kesempatan yang sama, anggota Komisi V DPR RI Ridwan Bae mengharapkan banjir di Sulawesi Tenggara ini bisa segera teratasi. Bersama Menteri Basuki, Gubernur Sultra Ali Mazi, Ridwan juga mengunjungi wilayah banjir di Kabupaten Konawe. Ridwan juga datang bersama 10 anggota Komisi V DPR RI.

"Saya berterima kasih terutama kepada Pak Menteri PUPR dan jajarannya, yang betul-betul perhatian setelah kita mengadakan rapat di Komisi V dan beliau bersama beserta kami di sini," jelas Ridwan Bae.

Untuk menangani pascabencana banjir di Sultra ini, Komisi V juga berharap kerja sama dari 6 kementerian lainnya selain PUPR. Beberapa lokasi yang dikunjungi rombongan Menteri Basuki, Gubernur Ali Mazi, dan anggota DPR RI Komisi V adalah Posko Pengungsi, Posko Kesehatan, dan Gudang Logistik Bantuan di SMA Negeri 1 Pondidaha, Jembatan Rahabangga, serta Bendung Wawotobi. (A-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More